Rekomendasi Harga Gula 2 November 2026

106

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat, 30 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup turun 0,11 sen atau 0,56% pada 19,36 sen per pon. Harga dibuka di 19,56 dan sempat menyentuh 19,58 sebelum berbalik turun tajam hingga mencapai level terendah harian di 19,21, lalu pulih sebagian menjelang penutupan. Dengan penutupan ini, harga turun sekitar 4,4% sepanjang pekan dibandingkan penutupan Jumat sebelumnya di 20,24 sen. Pada perdagangan gula putih London, kontrak Desember ditutup turun 11,30 poin atau 2,14% pada 516,30 dolar AS per ton, setelah sempat menyentuh level terendah harian di 515,00.

Faktor utama yang menekan harga adalah tekanan jual yang cepat muncul setelah upaya naik di awal sesi gagal. Beberapa kali percobaan pemulihan sepanjang hari tidak mampu bertahan dan selalu diikuti pelemahan baru, sementara pembelian baru hanya muncul menjelang penutupan dan tidak cukup kuat untuk menutup penurunan harian. Di pasar London, selisih harga kontrak Desember 2026 dan Maret 2027 melebar ke minus 19,60 dolar dari minus 12,20 dolar pada 27 Oktober, yang menunjukkan lemahnya permintaan untuk kontrak terdekat menjelang berakhirnya kontrak Desember. Pasar juga masih mencerna dampak pelemahan real Brasil setelah terpilihnya kembali Presiden Lula, karena nilai tukar yang lemah mendorong eksportir menjual gula berdenominasi dolar.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menahan ruang penurunan harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Departemen Pertanian AS memangkas estimasi produksi Brasil menjadi 42,2 juta metrik ton dan India menjadi 29,5 juta metrik ton akibat cuaca buruk. Di sisi lain, USDA masih memperkirakan stok akhir gula global 2026/27 naik 2,0% secara tahunan menjadi 44,41 juta metrik ton, sehingga ruang penguatan lanjutan relatif terbatas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi yang volatil dengan kecenderungan melemah, seiring berulangnya kegagalan harga bertahan di atas 19,50, tekanan dari lemahnya real Brasil, dan lemahnya permintaan di pasar gula putih. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran support terdekat di 19,19 hingga 19,01. Namun, apabila real Brasil pulih dan ancaman El Nino serta defisit pasokan kembali memicu aksi beli teknikal, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 19,56 hingga 19,75.