Dolar AS Akhir Pekan Turun; Bulan Oktober Naik

4

(Vibiznews – Forex) – Indeks dolar AS mengakhiri perdagangan akhir pekan hari Jumat (30/10/2026) pada 101,88, turun 0,16% dari penutupan sebelumnya di 102,03. Sepanjang pekan, dolar relatif stagnan di kisaran 101,8-102,0.

Ringkasan Penutupan

Dolar bergerak dalam rentang sempit, antara 101,54 dan 102,09. Untuk keseluruhan Oktober, indeks dolar naik 0,39% dan membukukan kenaikan bulanan dua kali berturut-turut.

Penggerak Utama

1. Imbal hasil Treasury turun tajam. Tekanan terhadap dolar datang dari pasar obligasi. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun ke sekitar 4,90% dan tenor 30 tahun ke 5,26%, keduanya terendah dalam lebih dari sebulan. Penurunan ini dipicu gelombang baru aksi jual saham AI yang mendorong investor ke aset aman. Pelemahan imbal hasil lebih dominan dibanding permintaan safe haven terhadap dolar.

2. Saham teknologi ambles. Wall Street tertekan setelah laporan keuangan Alphabet, Amazon, dan Intel mengecewakan. Intel anjlok 25% dan Amazon turun hampir 7% sebelum pasar dibuka. Pada penutupan, S&P 500 turun 1,82% ke 7.580,07, Dow Jones turun 1,09% ke 51.770,31, dan VIX melonjak 12,91% ke 19,42.

3. Bank of Japan menahan suku bunga, tetapi nadanya hawkish. BoJ mempertahankan suku bunga di 1,25% sesuai ekspektasi, namun menaikkan proyeksi inflasi dan menegaskan kesiapan melanjutkan kenaikan suku bunga. Yen menguat tipis, dengan USD/JPY turun 0,20% ke 157,52. BoJ menutup pekan yang diwarnai keputusan bank sentral besar, di mana ECB, The Fed, dan RBNZ juga menahan suku bunga.

4. Data AS kuat, tetapi dampaknya terbatas. PDB AS kuartal III tumbuh 3,4% dan inflasi PCE inti bertahan di 3,1% yoy. Data ini awalnya menopang dolar, namun efeknya terhapus oleh turunnya imbal hasil setelah rilis.

5. The Fed menahan suku bunga dengan dua suara menentang. Pada 28 Oktober, The Fed menahan suku bunga di 3,75%-4,00% lewat pemungutan suara 10-2, dengan Lisa Cook dan Beth Hammack memilih kenaikan 25 bps. Pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan pada pertemuan 9 Desember. Menurut FXStreet, peluangnya sekitar 80%, sehingga data tenaga kerja pekan depan menjadi penentu.

Analisis Teknikal DXY

DXY masih bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka menengah (SMA 50 di sekitar 100,81 dan SMA 200 di sekitar 99,63), sehingga tren besar masih condong naik. Namun, pelemahan tiga sesi beruntun menunjukkan momentum jangka pendek mulai tertahan.

Resistance: 102,09 (puncak harian), lalu 102,95, yaitu level tertinggi 52 pekan yang tercetak 14 Oktober.

Support: 101,54 (dasar harian), lalu 100,80 (SMA 50).

Skenario: Selama bertahan di atas 101,50, peluang menguji kembali 102,09-102,95 tetap terbuka. Penutupan di bawah 101,50 berpotensi membawa DXY ke area 100,80.

Agenda Pekan Depan

Pasar akan menghadapi pekan padat. Dari AS, JOLTS dirilis Selasa, ADP Rabu, dan laporan tenaga kerja Oktober (NFP) Jumat (6/11). Sorotan lain adalah keputusan RBA dan BoE serta pemilu sela AS. Data NFP akan sangat menentukan arah dolar karena menyangkut peluang kenaikan suku bunga The Fed di Desember.