Rekomendasi Harga Jagung 5 November 2026

70

(Vibiznews – Commodity) Harga jagung di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir menguat tipis pada hari Rabu, 4 November 2026, setelah sempat menyentuh level terendah empat bulan baru pada awal sesi. Penutupan Rabu adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Kamis.

Harga jagung berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 1¾ sen pada 4,44¼ dolar AS per bushel, dekat level tertinggi harian. Kontrak Maret 2027 naik 2 sen ke 4,58¼ dolar AS dan kontrak Mei naik 1½ sen ke 4,66½ dolar AS per bushel. Ini adalah penutupan hijau pertama setelah beberapa sesi penurunan, dan terjadi saat kedelai serta gandum melemah. Penguatan dipicu short covering dan pembelian murah, didukung dolar AS yang lebih lemah dan selera risiko yang membaik di pasar secara umum.

Faktor yang menopang harga adalah permintaan etanol dan ekspor. Produksi etanol AS naik ke 336 juta galon pada pekan lalu, tertinggi dalam 10 bulan, dengan penggunaan jagung sekitar 16,03 juta bushel per hari, di atas 15,6 juta bushel per hari yang dibutuhkan untuk mencapai proyeksi USDA. Ekspor jagung September menurut data Census sebesar 279 juta bushel, naik 1,5% dari tahun lalu. ADM Investor Services menilai peningkatan penjualan ke Meksiko, termasuk pembelian 1,73 juta ton pada Senin, dapat menandakan harga telah mencapai dasar sementara, meski harapan China membeli jagung AS tahun ini mungkin memudar. Harga di bawah 4,50 dolar AS juga berada di bawah perkiraan biaya produksi jagung AS menurut USDA sekitar 4,57 dolar AS per bushel. Perkiraan penjualan ekspor mingguan yang dirilis Kamis berada di kisaran 32 hingga 70 juta bushel.

Di sisi lain, tekanan panen dan prospek pasokan besar masih membebani. Panen jagung AS mencapai 74% per 1 November, estimasi produksi USDA sekitar 16,03 miliar bushel dengan hasil 181,2 bushel per acre, dan likuidasi dana spekulatif masih berlangsung dengan posisi beli bersih turun ke sekitar 81.000 kontrak per 27 Oktober. Prospek tanaman Amerika Selatan juga dinilai tidak mengancam, dengan penanaman Argentina 35% selesai dan Brasil 44,2%, sedikit di atas rata-rata. Laporan WASDE November yang akan datang juga menjadi sumber ketidakpastian, dengan ADM memperkirakan USDA menaikkan produksi sedikit menjadi 16,055 miliar bushel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga jagung berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan rebound terbatas, seiring short covering dan dukungan permintaan etanol serta ekspor, sementara tekanan panen dan penjualan dana spekulatif membatasi kenaikan. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 4,42 hingga 4,40 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di 4,30 hingga 4,25 dolar AS, yaitu low Juni dan low kontrak. Namun, apabila data ekspor mingguan kuat dan pembelian murah berlanjut, pergerakan harga berpeluang menguat menuju kisaran resistance 4,47 hingga 4,50 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 4,52 hingga 4,57 dolar AS per bushel.