Perdagangan bursa saham Asia pagi ini dibuka merosot terpicu kekuatiran uji coba nuklir Korea Utara. Indeks Nikkei turun 0,18% ke 16978,28 , ASX 200 turun 0,75% ke 5345,20 serta Kospi turun 1,17% ke 2039,68.
Dari pasar komoditas, harga emas turun 0,56% menjadi USD 1,336.96 per troy ons pada akhir perdagangan Jumat dinihari, karena pemulihan dolar setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan program stimulus ekonomi. Harga minyak melonjak 4,59% ke USD 47,61 per barel pada akhir perdagangan Jumat dinihari setelah data persediaan AS menunjukkan penarikan besar mengejutkan dalam persediaan minyak mentah karena impor ke Gulf Coast AS meluncur pekan lalu akibat badai tropis Hermine.
Dari pasar valas, menguatnya Dollar AS terhadap Yen pada Kamis kemarin pengaruh lonjakan harga minyak, EURUSD naik 0,19% ke level 1.12590, GBPUSD turun 0,36% ke level 1.32918, USDJPY naik 0,68% ke level 102.427.
Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Kamis (8/9) berakhir turun 0,2% pada 5371.08, Pelemahan IHSG terdorong aksi profit taking. Bangkitnya kembali harapan kenaikan Fed rate pasca rilis data ekonomi AS semalam memberikan tekanan jual pada bursa Asia dan berlanjut di bursa Indonesia.Namun rendahnya nilai beberapa saham unggulan dan juga penguatan rupiah serta rally harga minyak mentah dapat mengangkat kembali indeks. Hari ini, IHSG diperkirakan akan di kisaran support 5340-5358 dan kisaran resistance 5393-5409. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : BBNI, GGRM, KAEF dan UNTR.


