Pelemahan Rupiah Jumat Siang Berhasil Dipangkas BI

602

Anjloknya rupiah diawal perdagangan pagi berhasil diredam Bank Indonesia sehingga penurunan nilai rupiah Jumat siang (11/11) berkurang cukup banyak di tengah posisi dollar AS yang sedang tertekan. Rupiah anjlok oleh aksi jual seketika investor asing yang mendominasi pemegang obligasi pemerintah merespon tingginya yield obligasi Amerika Serikat.

Anjloknya yield obligasi Asia di picu oleh sentimen kebijakan Donald Trump yang memproteksi perdagangan internasional negara Amerika nantinya. Kondisi rupiah ini juga berdampak pada bursa saham, dimana modal asing keluar bursa melebihi  arus masuknya sehingga tercetak net sell asing  sebesar Rp1,6 triliun lebih.  Dan tekanan jual yang dilakukan  investor asing tersebut turut menekan IHSG   hingga turun  3%.

Lihat: IHSG 11 November Sesi 1 Merosot Tergerus Pelemahan Rupiah

Pergerakan kurs rupiah di pasar spot siang ini bergerak negatif dengan posisi penurunan 1,46% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13610/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13394/US$. Untuk  kurs Jisdor dan kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini   diperlemah dari perdagangan sebelumnya.

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia  lebih lemah  di 13350 dari perdagangan sebelumnya  di 13118, demikian kurs transaksi antar bank juga diperlemah  ke 13417 dari  perdagangan sebelumnya 13184.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini  berpotensi kuat tapi terbatas pada akhir perdagangan  oleh dollar AS sedang bergerak lemah, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di kisaran support  13980 dan  resistance di 13200.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here