(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Selasa sesi pagi ini terpantau bergerak terbatas di sekitar penutupan kemarin, dengan melemah 0,10% atau -5,60 poin di sekitar level 6.020,56 setelah dibuka menguat juga di 6.038,43. Pagi ini investor nampaknya mencari arah perdagangan seperti juga bursa kawasan Asia yang cenderung variatif kurang jelas arah (12/12).
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini lanjut melemah. Rupiah terhadap dollar AS pagi hari WIB ini terlihat berada di posisi Rp 13.552, dibandingkan posisi penutupan perdagangan Senin kemarin di Rp 13.550.
Mengawali sesi perdagangannya, IHSG dibuka positif di 6.038,43. Sempat naik ke level 6.042, IHSG kemudian terseret aksi jual dan jatuh ke zona merah sedikit, lalu bergerak di garis datar sekitar level penutupan kemarin.
Laju IHSG pagi ini disertai penguatan sector pertambangan dan infrastruktur yang memimpin dengan kenaikan masing-masing 0,72% dan 0,40%. Namun, tiga sektor, yaitu perdagangan, konstruksi dan perkebunan bergerak turun.
Pasar bursa Asia agak variatif mencari arah pada perdagangan Selasa pagi ini setelah Wall Street ditutup menguat, dimana tampak Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi menjelang pertemuan Desember dari Federal Reserve.
Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa kali ini diwarnai dengan kekurangjelasan arah yang datang dari bursa regional Asia, sekalipun Wall Street kembali memecahkan rekor. Tekanan jual di pasar cukup kuat di sesi pagi sementara IHSG terus bertahan di level 6.000’an. Kemungkinan IHSG akan kembali konsolidatif hari ini. Resistance saat ini berada di level 6.073 dan 6.098. Sedangkan bila terhadang tekanan jual di level ini, support merosot ke level 5903, dan bila tembus ke level 5860.
Analis: J. John
Editor: J. John



