Forex Hari Ini: Rally USD & Emas Ditengah Ketakutan Virus Corona

788

(Vibiznews-Forex) Berikut ini apa yang terjadi pada hari ini yang mempengaruhi pergerakan harga:

Virus Corona: Ketakutan mendominasi pasar sekali lagi setelah jumlah kasus di Korea Selatan menjadi dua kali lipat dan dua orang di kapal pesiar Diamond Princess meninggal. Cina telah mengubah metodologi penghitungannya sekali lagi yang mengakibatkan kebingungan. Di medan ekonomi, Beijing telah menyediakan lebih banyak likuiditas dan menghapus persyaratan untuk pinjaman rumahtangga namun sebagian memandangnya sebagai tidak cukup.

USD/JPY telah mengkonsolidasi keuntungannya diatas 111 setelah membumbung tinggi pada hari Rabu. Kombinasi sehubungan dengan data, menguatnya dolar AS, sempat meredanya ketakutan, reaksi terhadap angka pertumbuhan Jepang yang buruk, ada dibalik kenaikan yang tajam. Sentimen pasar yang buruk membantu menstabilkan Yen.

Harga Emas mencapai puncak di $1,612 ditengah ketakutan akan virus corona dan alasan-alasan yang lain. Ini adalah level yang tertinggi sejak tahun 2013. Metal berharga telah memperpanjang keuntungannya yang dimulai sejak tahun 2019 dan puncaknya terjadi disekitar krisis Iran pada awal 2020.

AUD/USD menyentuh kerendahan baru selama 11 tahun di 0.6630 setelah Australia melaporkan kenaikan di dalam tingkat pengangguran menjadi 5.3% pada bulan Januari, bertengger disekitar kerendahan yang terakhir terlihat pada tahun 2009.

EUR/USD juga berada dekat kerendahan selama 34 bulan di 1.0782 setelah hampir sepenuhnya menutup “Macron Gap” dari tahun 2017. Keputusan bulan Januari dari European Central Bank yang tertuang di dalam risalah kemungkinan bisa memberikan pencerahan mengenai pergerakan bank sentral Uni Eropa yang berikutnya. Kelemahan Jerman bisa memicu lebih banyak stimulus.

GBP/USD juga jatuh tajam disekitar 1.29 meskipun keluar data inflasi yang lebih daripada yang diperkirakan. Poundsterling telah berada dibawah tekanan setelah duta dari Uni Eropa gagal bersetuju mengenai posisi Inggris di dalam pembicaraan post-Brexit. Penjualan ritel Ingggris diperkirakan akan menunjukkan kenaikan pada bulan Januari setelah kejatuhan yang substansial selama dua bulan.

Risalah Pertemuan Federal Reserve telah memberikan konfirmasi sikap bank sentral AS bahwa mereka berniat untuk tetap mempertahankan tingkat bunga tidak berubah. Risalah tersebut juga memberikan beberapa perincian tehnik mengenai rencana the Fed untuk mengurangi pembelian obligasi jangka pendek.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here