(Vibiznews-Forex) EUR/USD diperdagangkan disekitar 1.08, mendekati level terendah sejak tahun 2017. Angka makro ekonomi Jerman yang lemah dan ekonomi AS yang bagus membebani pasangan matauang ini. Dampak ekonomi dari wabah virus corona menjadi sorotan utama.
Pasangan matauang EUR/USD berada dibawah tekanan jual pada hari Selasa dan jatuh ke bawah level 1.0800 untuk pertama kalinya sejak bulan April 2017. Keprihatinan terhadap kejatuhan ekonomi yang lebih dalam sebagai akibat dari merebaknya wabah virus corona kembali muncul pada hari Selasa setelah Apple memberikan peringatan bahwa mereka tidak akan bisa memenuhi target penjualan kuartal Maret disebabkan karena disrupsi produksi dan melemahnya permintaan di Cina. Hal ini membangkitkan pesimisme terhadap outlook pertumbuhan di zona euro – khususnya ekonomi Jerman yang digerakkan oleh ekspor – dan terus membuat tekanan turun terhadap matauang bersama Eropa.
Sentimen yang sudah bertambah lemah ini semakin turun lebih jauh setelah survey ZEW Jerman menunjukkan kemerosotan sentimen ekonomi di Jerman, dimana Indeks Sentimen Ekonomi Jerman turun ke 8.7 pada bulan Februari dari sebelumnya 26.7. Datangnya data ekonomi yang melemah memperbaharui spekulasi akan dikeluarkannya kebijakan pelonggaran lebih jauh oleh ECB sehingga menambah tekanan “bearish” terhadap matauang bersama Eropa.
Ditambah lagi dengan naiknya permintaan terhadap dolar AS sehingga menambah tekanan turun terhadap pasangan matauang ini.
Tekanan “bearish” menunjukkan tanda-tanda melemah pada hari Rabu kemarin dan menolong pasangan matauang ini untuk mengalami sedikit pemulihan selama perdagangan sesi Asia.
Dari segi tehnikal, kondisi yang sudah “oversold” secara ekstrim membantu pasangan matauang ini mendapatkan dukungan naik. Namun setiap usaha naik berhadapan dengan “supply” yang baru dekat “resistance” 1.0818 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.0830 sebelum akhirnya mencapai 1.0859. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.0788 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0770 dan kemudian 1.0740.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido


