Pasar AS “Rebound” Setelah Pidato & Tweet Trump: We will end up being stronger than ever before!

710

(Vibiznews-Forex) Saham-saham AS berwarna hijau pada awal hari Santo Patrick selasa kemarin, setelah aksi jual yang masif pada hari Senin.

Pada hari Senin, keprihatinan mengenai dampak dari coronavirus membebani pasar dengan berat, memicu kejatuhan dua digit di Wall Street, di dalam kejatuhan yang paling buruk sejak tahun 1987. Akomodasi yang masif dari Federal Reserve yang memangkas tingkat suku bunganya menjadi Nol, meluncurkan $700 miliar Quantitative Easing, dan langkah-langkah lainnya belum berhasil menyemangati para investor. Maskapai-maskapai penerbangan berbaris untuk mendapatkan dana talangan dengan negara-negara menutup perbatasannya dan memaksa isolasi, perusahaan-perusahaan industry menutup pabriknya, sementara perusahaan-perusahaan lainnya mengatakan mereka tidak bisa menyediakan jualan mereka.

Namun, setelah pidato Donald Trump, pada hari Selasa, S&P Futures naik, dan dolar AS diburu secara luas, mengatasi semua matauang lainnya, termasuk Yen Jepang. Emas menderita aksi jual secara umum, diperdagangkan dibawah $1,500. S&P 500 Futures tetap positip +0.92%, di 2,422.

Donald Trump mengatakan penyakit pernafasan ini bisa mencapai puncak hanya di musim panas. Sementara memberikan tanda bahwa undang-undang untuk memberikan kelegaan atas bencana coronavirus, dalam proses persetujuan Senat, Trump mengirimkan Tweet bahwa industri-industri khususnya yang terkena dampak dari coronavirus (COVID-19) akan didukung dengan sangat kuat. Amerika Serikat akan mendukung dengan kuat industri-industri seperti maskapai penerbangan dan yang lainnya, dan yang khususnya terkena dampak dari virus Cina. Kita akan lebih kuat daripada sebelumnya!

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here