(Vibiznews-Forex) EUR/USD diperdagangkan sempat turun dibawah dari 1.09 dengan sentimen pasar yang buruk dan dolar AS yang “safe-haven” mengalami kenaikan, sebelum akhirnya naik kembali ke atas 1.09 setelah keluar data penjualan ritel AS yang meleset dari angka umum sekalipun masih lebih baik dalam angka inti dan Indeks manufaktur Fed New York tumbang ke – 78.2.
Dolar AS adalah pemenang secara keseluruhan pada paruh pertama dari hari Rabu kemarin, pulih terhadap kebanyakan rival utamanya. Pasangan matauang EUR/USD turun ke bawah batas 1.0900 karena naiknya permintaan baru terhadap dolar AS, menjelang dirilisnya data makro ekonomi AS. Pelarian uang ke dolar AS yang “safe-haven” disebabkan karena IMF memperingati bahwa kasus krisis sekarang ini bisa menjadi resesi yang terburuk sejak Great Depression hampir satu abad yang lalu. Selain itu juga dipengaruhi oleh tibanya musim pelaporan penghasilan perusahaan yang melaporkan kejatuhan penghasilan yang tajam sebagai akibat dari pandemic yang terus berlangsung yang membuat kebanyakan bisnis di seluruh dunia menutup usahanya.
Amerika Serikat melaporkan Penjualan Ritel bulan Maret yang turun sebesar 8.7%, lebih buruk daripada yang diperkirakan sebesar -8%. Sementara Indeks manufaktur Fed New York tumbang ke – 78.2, lebih buruk daripada yang diperkirakan penurunan sebesar – 3.8. Dolar AS mengalami penurunan dengan keluarnya angka makro ekonomi AS yang negatif ini sehingga menyebabkan pasangan matauang EUR/USD terdorong naik kembali.
Secara tehnikal jangka pendek, pasangan matauang ini masih berpotensi turun dengan “support” terdekat menanti di 1.0887 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0811 dan kemudian 1.0790. Sedangkan kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.0925 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0960 dan kemudian 1.1012.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



