(Vibiznews – Forex) Minggu lalu, naik turunnya berita mengenai Brexit dan stimulus fiskal AS mendominasi pergerakan naik dan turunya GBP/USD. Turunnya GDP Inggris dan naiknya kasus virus corona di Inggris tetap membuat GBP/USD mengalami kenaikan sampai ke sekitar 1.2933 karena kuatnya penurunan dolar AS, ditengah meningkatnya harapan akan keluarnya stimulus baru AS.
PM Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von-der Leyen sepakat untuk memperpanjang pembicaraan mengenai Brexit sampai akhir Oktober. Berita ini mendorong naik poundsterling. Namun laporan bahwa Inggris sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan meja negosiasi pada tanggal 15 Oktober membuatnya turun kembali.
Sementara London dan Brusel kebanyakan memberikan berita yang buruk, harapan akan tercapainya kesepakatan stimulus fiskal AS muncul. Tweet dari Trump bahwa negosiasi bantuan Covid sedang bergerak, bersamaan dengan laporan bahwa Gedung Putih akan menaikkan stimulus coronavirus sampai $1,8 triliun membuat dolar AS jatuh dan pada gilirannya membuat pasangan matauang GBP/USD naik.
Pilpres AS terus bergerak menuju tanggal 3 November dengan Presiden Trump semakin menguat posisinya setelah debat pertama antara Trump vs Biden dan Pence vs Harris.
Infeksi Covid – 19 meningkat di Inggris. Restriksi sudah dikenakan diberbagai bagian dari Inggris Utara dan kemungkinan akan meningkat. Hal ini telah membuat Sterling harus berjuang untuk bisa naik.
Minggu ini, Uni Eropa akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada hari Kamis dan Jumat dimana ini merupakan momen yang kritikal untuk mencapai kesepakatan Brexit. Johnson kemungkinan tidak akan meninggalkan pembicaraan.
Perpanjangan negosiasi telah diperhitungkan di dalam harga. Apabila ada laporan mengenai ketidak sepakatan, akan bisa menahan kenaikan poundsterling.
Statistik mengenai Covid – 19 bisa berdampak, khususnya jika pemerintah mulai mengadakan lockdown di London. Kenaikan kasus baru dan kematian bisa menekan Sterling turun bahkan sebelum adanya restriksi yang diterapkan dengan para konsumen menjadi enggan untuk keluar rumah.
Pengurangan skema cuti menjadi dua pertiga dari gaji mereka juga bisa menekan ekonomi.
Update dari pasar tenaga kerja menjadi sorotan dari kalender ekonomi Inggris. Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap pada level yang rendah di 4.1% pada bulan Agustus karena program skema cuti yang berhasil. Klaim pengangguran pada bulan Agustus meningkat menjadi 73.700 aplikasi. Kenaikan kembali pada bulan September bisa menekan Poundsterling. Gubernur BoE Bailey akan memberikan komentarnya. Setiap ada tanda-tanda tingkat bunga yang lebih rendah dari Nol akan memicu kejatuhan.
Di Amerika Serikat, segala sesuatunya adalah mengenai kesepakatan stimulus fiskal. Semakin besar jumlah paketnya dan semakin cepat diloloskannya akan semakin tinggi kenaikan saham dan kejatuhan dolar AS.
Selain pemilihan presiden, fokus bisa bergerak ke pertempuran yang ketat di dalam hal merebut mayoritas di Senat AS.
Apabila Demokrat memenangkan kursi, maka akan ada paket stimulus yang lebih boros yang mengakibatkan dolar AS semakin tertekan. Namun melihat militansi dari pendukung Donald Trump, kemungkinan Republikan masih bisa memenangkan pemilihan yang akan berlangsung.
Sementara statistik dari coronavirus di Amerika Serikat juga menarik perhatian dengan mulai meningkatnya kembali kasus baru karena udara yang semakin dingin. Apakah para konsumen akan menghindar untuk berbelanja? Data penjualan ritel dan consumer sentiment index dari Universitas Michigan akan bisa memberikan pencerahan terhadap situasi saat ini.
Data penjualan ritel untuk bulan September diperkirakan akan meningkat sebanyak 0.5%. Konsumsi adalah penting bagi ekonomi Amerika Serikat dan juga bisa mempengaruhi politik. Pada bulan Agustus, pengeluaran belanja meleset dari yang diperkirakan, terutama karena hilangnya dukungan dari pemerintah pada akhir bulan Juli. Saat ini pembicaraan agar dukungan dari pemerintah segera dikeluarkan akan bisa memberikan dorongan yang baru. Consumer Sentiment Index dari Universitas Michigan untuk bulan Oktober diperkirakan akan menunjukkan pemulihan yang melambat.
Secara keseluruhan sterling masih memiliki ruang untuk turun, meskipun momentum telah berbalik positip namun pergerakan naik masih kecil. “Resistance” terdekat berada di 1.3050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3195 dan kemudian 1.3280. Sementara “support” terdekat berada di 1.2840 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.28 dan kemudian 1.2710.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



