(Vibiznews – Forex) Setelah sempat turun ke 1.21 akibat komentar negatip anggota ECB dan menguatnya USD, EUR/USD mengalami kenaikan pada saat terakhir ke 1.2140 karena membaiknya sentimen pasar dan berbalik melemahnya dolar AS. Menguatnya USD sebelumnya disebabkan karena meningkatnya keengganan terhadap resiko yang disebabkan kekacauan yang terjadi di pasar saham AS. Para trader saham tidak lagi memperhatikan data ekonomi, melainkan fokus kepada kegilaan investor individual. Berkumpul di sosial media, para investor ritel ini mendorong naik beberapa saham tertentu ke level ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gamestop dan Blackberry adalah beberapa perusahaan yang difokuskan. Perak juga masuk ke dalam radar mereka pada hari Kamis dengan kenaikan sampai 6% dalam sehari. Apps-trading seperti Robinhood menghentikan perdagangan atas saham Gamestop sehingga menyebarkan ketakutan dan membuat Wall Street ada pada sentimen jual yang pada gilirannya mendorong naik USD.
Di medan pandemic, jumlah penularan baru di Eropa dan AS menurun, namun levelnya masih tetap tinggi. Distribusi vaksin tertunda secara global. Hal ini menambah buruk sentimen pasar karena kekurangan vaksin berhubungan langsung dengan penundaan terhadap kemungkinan kembalinya ekonomi.
Dari medan data, angka – angka ekonomi Eropa umumnya buruk. Jerman mempublikasikan IFO Business Climate yang terkontraksi ke 90.1 pada bulan Januari, sementara GFK Consumer Confidence Survey muncul di – 15.6 untuk bulan Februari, jauh lebih buruk daripada yang diantisipasikan. Pertumbuhan ekonomi bertumbuh 0.1% QoQ pada kuartal terakhir dari tahun ini, lebih baik daripada yang diperkirakan meskipun masih dibawah sebelumnya 8.5%.
Di Amerika Serikat, data makro ekonomi bervariasi. Data yang melemah termasuk order “durable goods” yang hanya naik sedikit 0.2% pada bulan Januari dan GDP final kuartal ke empat yang muncul di 4.0%, lebih kecil daripada yang diperkirakan sebesar 4.2%. Sedangkan klaim pengangguran mingguan turun ke 875,000 yang lebih kecil daripada minggu sebelumnya dan daripada yang diperkirakan. Namun kelihatannya para investor masih percaya pertumbuhan akan kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini.
Perkembangan yang kritikal pada minggu lalu adalah bank sentral yang memberikan isyarat bisa membuat intervensi. BoJ dan ECB kedua – duanya menyatakan keprihatinan mengenai nilai tukar matauang. Anggota dewan gubernur di eCB, Klass Knot mengatakan bahwa bank sentral Eropa ini bisa memutuskan untuk memangkas tingkat bunga deposito lebih jauh dibawah nol apabila hal itu terbukti diperlukan untuk mengejar target inflasi di depan mata.
Federal Reserve mengumumkan keputusan yang terbaru mengenai kebijakan moneter dan sebagaiman yang telah diperkirakan, mereka tidak mengubah tingkat bunga maupun pembelian obligasi pemerintah. Bank Sentral AS ini mengulangi pernyataan bahwa pulihnya ekonomi AS sangat tergantung kepada arah dari virus dan program vaksinisasi. The Fed menambahkan bahwa kecepatan dari pemulihan aktifitas ekonomi dan employment telah menurun pada bulan – bulan belakangan ini. Pernyataan dari Powell ini yang cenderung “dovish” ini membuat pasar berada pada sentimen “risk-off”.
Pada minggu ini, hari Senin Jerman akan mempublikasikan angka Penjualan Ritelnya sementara AS akan merilis ISM PMI manufaktur resmi untuk bulan Januari yang diperkirakan akan turun dari 60.7 ke 60. Selanjutnya Uni Eropa akan mempublikasikan perkiraan pendahuluan dari GDP kuartal ke 4 yang diperkirakan akan muncul di – 1.8%. Uni Eropa juga akan mengeluarkan perkiraan pendahuluan inflasi bulan Januari. Pada akhir minggu, fokus akan berpindah ke data employment AS dengan akan dikeluarkannya laporan Non-Farm Payrolls pada hari Jumat. Amerika Serikat diperkirakan telah menambahkan 85.000 pekerjaan baru pada bulan Januari setelah pada bulan Desember kehilangan sebanyak 145.000 pekerjaan.
Secara tehnikal, indikator tehnikal melemah meskipun masih pada level yang positip. Grafik mingguan menunjukkan pergerakan naik masih memimpin meskipun melemah. Sementara grafik harian menunjukkan pergerakan turun menguat.
“Support” terdekat menunggu di 1.2075 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2050 dan kemudian 1.1970. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2160 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2190 dan kemudian 1.2260.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido


