(Vibiznews – Forex) GBP/USD tertekan di posisi bawah, diperdagangkan dibawah 1.39, di sekitar 1.3866, dengan naiknya dollar AS bersamaan dengan naiknya “yields” dan “reflation trade”.
Inflasi Inggris naik sebanyak 0.7% secara tahunan di bulan Januari, lebih tinggi daripada yang diperkirakan.
Mundur selangkah, maju dua Langkah, ini telah menjadi pola pergerakan sterling pada minggu – minggu belakangan ini. Demikian juga sekarang. Tidak ada alasan bahwa GBP/USD tidak bisa melanjutkan perjalanannya ke 1.40. Koreksi penurunan saat ini adalah akibat dari menguatnya dollar AS yang semata-mata hanya karena terangkat oleh ekspektasi akan stimulus AS.
Demokrat dilaporkan berencana untuk meloloskan undang – undang stimulus pada tanggal 26 Februari. Sementara masih ada kemungkinan kompromi yang berpotensi terjadinya penundaan, jelas bahwa Amerika akan mendapatkan dorongan fiskal yang besar.
Sementara pasar saham terus bersemangat dengan prospek stimulus ini, keprihatinan mengenai dikeluarkannya hutang yang massif dan potensi terjadinya inflasi telah menggerakkan investor pergi dari obligasi yang otomatis menaikkan imbal hasil obligasi sehingga membuat dollar AS menjadi lebih menarik.

Namun, dollar AS bisa saja jatuh lagi karena beberapa alasan. Pertama, pencari posisi dibawah – bargain seekers – mungkin bisa Kembali membeli obligasi pada harga yang rendah sekarang, sehingga membuat imbal hasil kembali turun ke level sebelum pandemi.
Kedua, harga konsumsi masih dilumpuhkan oleh ekonomi yang masih harus berjuang untuk naik. Sekitar 10 juta orang Amerika masih pengangguran disebabkan oleh bencana pandemi dan hal ini membuat belanja konsumen menjadi terseok-seok.
Ketiga, Federal Reserve AS masih akan terus melanjutkan pelonggaran meskipun ada ancaman naiknya inflasi. The Fed mengubah kebijaksanaannya pada tahun lalu dan sekarang sedang memprioritaskan “full employment” dengan mengorbankan inflasi yang tinggi sekalipun.
Sementara itu, di London, PM Boris Johnson mendapatkan desakan yang meningkat untuk membawa aktifitas ekonomi kembali hidup sebanyak mungkin, setelah penurunan yang tajam di dalam kasus Covid – 19, jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit dan kematian.
Terlebih lagi, Inggris telah menyuntik sekitar 23% dari populasinya dan terus mempercepat kampanye imunisasinya.
Secara keseluruhan, masih ada ruang bagi poundsterling untuk naik lagi dan mungkin bisa menyentuh 1.40.
“Support” terdekat menunggu di 1.3825 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3770 dan kemudian 1.3750. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3900 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3950 dan kemudian 1.40.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



