(Vibiznews – Forex) Bitcoin tidak menunjukkan tanda – tanda koreksi yang curam meskipun telah mengalami keuntungan yang massif sejak permulaan tahun ini. Saat ini, level “resistance” yang krusial adalah satu – satunya yang bisa mencegah kenaikan lebih lanjut dari Bitcoin.
Harga Bitcoin naik membumbung menembus batas $42,000 pada tanggal 8 Februari setelah Tesla mengumumkan investasi sebanyak $1.50 miliar di BTC.
Dorongan “bullish” dipanasi oleh spekulasi dan Fear on Missing Out (FOMO) diantara para partisipan pasar yang bergegas ke bursa untuk membeli sekeping cryptocurrency. Sementara order pembelian naik bertimbun-timbun, Bitcoin baru – baru ini berhasil mencetak rekor tertinggi di $52,800.
Walaupun setelah itu mencapai puncaknya, BTC terkoreksi turun dan sekarang diperdagangkan disekitar %51,950, apabila BTC bisa berbalik naik dan menembus $52,300, BTC bisa mendorong nilai pasarnya sebanyak 25%. Jika hal ini terjadi, maka harga Bitcoin bisa naik ke $65,500 atau 161.8% dari level “retracement” Fibonacci.
Meskipun demikian, sementara segala sesuatu mengenai Bitcoin mengarah naik, penting untuk dimengerti bahwa event – event yang tidak terduga bisa membuat terjadinya “market crash”. Karenanya apabila tidak berhasil menembus “resistance” krusial di $52,300, BTC bisa terdorong turun Kembali ke $42,000.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



