Rekomendasi Mingguan EUR/USD 01 – 05 Maret 2021: Kenaikan Jangka Panjang Terhalang Naiknya Yields AS

1771

(Vibiznews – Forex) Sentimen yang sehubungan dengan risiko dan reflasi perdagangan menguasai pasar pada minggu lalu dan kemungkinan masih akan menggerakkan matauang EUR/USD selama minggu ini. Pasangan matauang EUR/USD mencapai puncaknya pada hari Kamis di 1.2242, level tertinggi selama lebih dari satu bulan, namun pada hari Jumat berbalik turun ke 1.2071 karena kembali menguatnya dollar AS.

Secara umum, data makro ekonomi di Uni Eropa menggembirakan pada minggu lalu. IFO Business Climate Jerman membaik ke 92.4 pada bulan Februari dari sebelumnya 90.3 pada bulan Januari. GDP Jerman di kuartal ke 4, direvisi naik ke 0.3% QoQ. GFK Consumer Confidence Survey bulan Maret lebih baik daripada yang diperkirakan. Inflasi Eropa dikonfirmasi di 0.9% YoY pada bulan Januari. Sementara Economic Sentiment Indicator bulan Februari dicetak di 94.3, lebih baik daripada sebelumnya di 91.5 dan lebih daripada yang diperkirakan di 92.

Di Amerika Serikat, dollar AS terpecah antara optimisme mengenai masa yang akan datang – yang membebani dollar AS dengan naiknya secara persisten yields obligasi AS – yang mengangkat naik dollar AS. Gubernur the Fed, Jerome Powell menolak keprihatinan mengenai naiknya inflasi dengan mengatakan bahwa dia berharap akan bisa mencapai target inflasi 2% hanya dalam waktu tiga tahun.

Selain itu, Powell menekankan bahwa saat ini ada 10 juta orang Amerika yang belum mendapatkan pekerjaan dan memberikan petunjuk bahwa dia hanya akan memperketat kebijakan moneter apabila ke 10 juta orang Amerika ini telah semuanya mendapatkan pekerjaan. Secara keseluruhan the Fed berpandangan dovish dan berjanji untuk mempertahankan tingkat bunga rendah dan membeli lebih banyak obligasi dalam waktu yang lebih lama. Namun janji Powell untuk tetap mendukung ekonomi hanya menenangkan pasar sebentar saja. Ketakutan akan inflasi segera mendorong naik yields hutang AS sampai menembus naik ke 1.61% pada hari Kamis minggu lalu, sehingga membuat saham menjadi kurang menarik. Saham-saham terbenam dan dollar AS berbalik naik. GBP/USD meneruskan penurunannya dari 1.4120 ke 1.3923.

Penjualan surat hutang AS yang mengakibatkan naiknya yields hutang AS sebagian didasarkan kepada harapan akan segera dikeluarkannya stimulus fiscal AS. Namun ternyata terhambat setelah Senat AS mendiskualifikasi kenaikan upah minimum dari rancangan undang – undang stimulus yang mau dikeluarkan. Sementara Demokrat kelihatannya akan lolos di DPR AS, Senat AS kemungkinan akan menolaknya.

Berita – berita mengenai vaksin terus memberikan semangat. FDA memberikan persetujuan kepada vaksin sekali suntik dari Johnson & Johnson. Riset dari Israel melaporkan bahwa vaksin dari Pfizer/BioNTech sukses menurunkan infeksi sebanyak 94%.

Data ekonomi AS bervariasi. Sementara klaim pengangguran turun ke 730.000, angka total order durable goods AS mengalami kenaikan yang tinggi, namun angka inti meleset dari yang diperkirakan dengan kenaikan yang lemah di 0.5%. GDP AS kuartal ke empat direvisi sedikit naik menjadi 4.1%.

Minggu ini dari Eropa, Markit akan mempublikasikan PMI bulan Februari versi final. Sementara Jerman akan merilis perkiraan pendahuluan mengenai angka inflasi bulan Februari, Factory Orders & Retail Sales bulan Januari. Angka – angka ini semua berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi Jerman. Uni Eropa akan merilis perkiraan inflasi dan Retail Sales Januari.

Di Amerika Serikat, DPR AS terus berusaha untuk meloloskan paket kelegaan yang ambisius dari Biden sebesar $1.9 triliun. Namun karena Demokrat hanya punya mayoritas yang kecil disini, ada keraguan bisa lolos. Di Senat, Demokrat dan Republikan terpecah dua. Dalam hal ini tergantung pada wakil dari West Virginia Joe Manchin III. Jika dia berkeberatan maka akan ditunda dan pasar akan goyah.

Kampanye vaksin Amerika terganggu oleh badai salju, sehingga kecepatan menjadi berkurang dari 1,7 juta orang per hari menjadi dibawah 1,5 juta orang per hari. Setelah badai berakhir, kemungkinan akan bisa meningkat lagi. Vaksinasi telah menurunkan angka kematian di rumah perawatan. Percepatan imunisasi akan membantu mengangkat sentimen pasar.

Dari kalender ekonomi, ISM PMI manufaktur untuk bulan Februari diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang terus kuat dan menjadi petunjuk terhadap NFP yang kan keluar pada hari Sabtu. Sementara PMI Jasa yang akan keluar pada hari Rabu dengan komponen employment nya juga akan diawasi sebagai ukuran dari kondisi tenaga kerja karena merupakan sektor yang paling besar di Amerika Serikat.

Laporan pekerjaan dari ADP semakin di minati karena angkanya sekarang sudah berkorelasi dengan lebih baik terhadap data employment yang resmi. Laporan ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah 125.000 pekerjaan di bulan Februari, setelah bulan yang lalu menambah 174.000 pekerjaan.

Klaim pengangguran pada hari Kamis masih diminati meskipun diadakan setelah survey NFP diadakan. Angka yang tinggi menunjukkan bahwa ekonomi masih jauh dari pulih ke normal.

Sebelum NFP keluar, Gubernur Fed Powell punya satu kesempatan lagi untuk menggerakkan pasar. Jika yields AS tetap tetap tinggi dan pasar saham terganggu, dia bisa menggunakan waktu pada saat tampil untuk meyakinkan investor bahwa bank sentral AS ada untuk membeli obligasi dan kemungkinan juga menawarkan untuk mempercepat pembelian hutang AS.

Akhirnya NFP akan keluar pada hari Jumat. Sementara investasi dan belanja telah meningkat, masih ada sekitar 10 juta orang yang menganggur. Untuk bisa mengejarnya, NFP harus mengatasi level sebelum pandemi, penambahan pekerjaan diantara 100.000 – 200.000 posisi. Pasar memperkirakan pertambahan sebanyak 110.000 pekerjaan dan tingkat pengangguran sebesar 6.4%.

Sementara pertumbuhan adalah hal yang positip, “overheating” adalah buruk bagi pasar.

“Support” terdekat menunggu di 1.2060 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1951 dan kemudian 1.1900.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.2101 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2170 dan kemudian 1.2240.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here