(Vibiznews – Forex) EUR/USD diperdagangkan mendekati 1.19 disekitar 1.1892, naik dari kerendahannya setelah CPI inti AS meleset dari yang diperkirakan di 1.3% YoY pada bulan Februari.
Di hampir seluruh waktu perdagangan pasangan matauang EUR/USD tertekan dibawah level 1.1900, dibatasi dalam rentang perdagangan yang sempit di 60 pips. Para pemain pasar terus memperhatikan yields Treasury AS untuk mendapatkan arahan, dan menghabiskan paruh pertama dari jam perdagangan dengan tidak bergerak, bertengger di level penutupan hari Selasa. Sementara itu, saham – saham di Asia dan Eropa membukukan kenaikan intraday yang lemah.
Kalender makro ekonomi Uni Eropa kosong pada hari kemarin, namun Amerika Serikat mempublikasikan angka inflasi bulan Februari. Angka umum Consumer Price Index (CPI) bulan Februari muncul di 1.7% sebagaimana dengan yang diperkirakan, dan masih lebih bagus daripada angka sebelumnya di 1.4%. Namun, angka inflasi inti tahunan muncul di 1.3% yang adalah dibawah daripada sebelumnya dan juga dibawah daripada yang diperkirakan di 1.4%.
Dollar AS turun beberapa pips terhadap rival utama, namun reaksi pasar kelihatannya terbatas di pasar forex secara menyeluruh. Sebaliknya, angka CPI yang umum telah membantu kenaikan harga saham sehingga mendorong naik EUR/USD mendekati 1.1900.
Benua Eropa masih terus berjuang melawan coronavirus, dengan Itali mengalami kenaikan kasus baru – baru ini. Skema vaksin Eropa tetap lambat, khususnya dibandingkan dengan kecepatan vaksinasi di Amerika Serikat, dengan Alaska telah menjadi negara bagian pertama yang telah menyuntikkan vaksin ke setiap orang yang berumur 16 tahun ke atas.
Secara keseluruhan koreksi penurunan dari pasangan matauang ini kemungkinan mendekati akhir, meskipun tren “bearish” masih memegang kendali.
“Support” terdekat menunggu di 1.1850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1820 dan kemudian 1.1750. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1900 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1930 dan kemudian 1.1950.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



