Rekomendasi Mingguan GBP/USD 29 Maret – 02 April 2021: Cenderung Bearish?

1323
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Forex) Minggu lalu, GBP/USD diperdagangkan dibawah 1.38, disekitar 1.3793, dengan menguatnya dollar AS.

Yields AS turun namun dollar AS naik. Korelasi yang belakangan ini mendominasi trading dimana setiap yields AS turun, dollar AS turun, telah memudar. Kali ini yields AS turun namun dollar AS tetap naik.

Naiknya dollar AS disebabkan dua faktor utama. Pertama, program belanja infrastruktur yang masif senilai $3 triliun dianggap akan bisa mendorong ekonomi AS dan mendorong naiknya inflasi, yang bisa berakibat kepada Federal Reserve AS menaikkan tingkat bunga lebih cepat daripada yang direncanakan, meskipun pada saat ini Jerome Powell masih menganggap kenaikan harga bersifat sementara.

Turunnya yields AS disebabkan dana untuk belanja infrastruktur sebagian akan dibiayai dari kenaikan pajak. Bertambahnya revenue berarti berkurangnya penerbitan hutang dan berkurangnya supply berarti naiknya harga treasury AS dan dengan demikian membuat turun yields AS.

Potensi naiknya pajak membuat sentimen investor di Wall Street menjadi negatif  dan mengakibatkan turunnya harga saham sementara dollar AS yang safe – haven mendapatkan keuntungan.

Sentimen pasar yang buruk juga disebabkan oleh karena bertambahnya keprihatinan akan pertumbuhan ekonomi global yang disebabkan lambatnya kampanye vaksin di Eropa dan meningkatnya kasus Covid – 19 di Eropa, sementara di Inggris terus menurun.

Poundsterling juga terpukul oleh banyaknya angka ekonomi Inggris yang kebanyakan mengecewakan. Sementara tingkat pengangguran turun ke 5% di bulan Januari, klaim pengangguran naik 86.500, jauh lebih besar daripada yang diperkirakan. Inflasi juga meleset dari yang diperkirakan dengan angka 0.4% di bulan Februari.

Di AS, data ekonomi yang keluar bervariasi dengan order durable goods pada bulan Februari mengecewakan, kejatuhan sebagian disebabkan oleh badai musim salju yang dingin. Sebaliknya, sektor perumahan tetap booming  pada bulan lalu, dengan penjualan rumah baru dan bekas menunjukan aktifitas.

Saat ini sudah lebih dari 50% orang dewasa Inggris menerima suntikan vaksin yang pertama atau 42.9% populasi. Namun, baru sekitar 4% menerima suntikan kedua. Suntikan vaksin yang kedua dihantui resiko ditengah isu terhambatnya supplies vaksin. Jika kampanye vaksin hanya mengalami kemunduran yang minor dan kasus infeksi Covid – 19 yang baru terus turun, Sterling kemungkinan akan tetap memiliki dukungan naik. Namun, apabila mengalami  kemunduran mayor dan kasus Covid – 19 naik, Sterling akan jatuh.

Dari kalender ekonomi Inggris, minggu ini angka GDP final Inggris untuk kuartal keempat menonjol diantara data ekonomi lainnya. Inggris sedang berjuang dengan lockdown melalui kuartal keempat ini. Selain itu, PMI final dari Markit juga menarik perhatian.

Dari Amerika Serikat, belanja infrastruktur senilai $3 triliun yang diusulkan oleh Gedung Putih akan menggerakkan dollar AS. Apabila keluarnya dana senilai $3 triliun terbagi dua dengan belanja infrastruktur fisik keluar lebih dahulu baru kemudian disusul dengan infrastruktur manusianya yang memasukkan kenaikan pajak untuk mendapatkan uang belanjanya, dollar AS akan mengalami tekanan turun. Namun apabila sukses besar tanpa terbagi dua, seperti paket kelegaan Covid – 19 senilai $1,9 triliun, dollar AS akan memiliki lebih banyak alasan untuk naik.

Kampanye vaksin di AS sedang mengejar 50% dari populasi pada pertengahan bulan Mei setelah mencapai 25% pada akhir bulan Maret. Setiap percepatan akan positip bagi dollar AS, sementara itu setiap gangguan akan bisa membebani dollar AS.

Pada pertengahan kedua dari minggu ini, fokus akan bergerak ke laporan NFP AS untuk bulan Maret. Para ekonom memperkirakan meningkatnya perekrutan karyawan sampai menjadi 500.000 setelah pada bulan Februari mencapai 379.000. The Fed ingin melihat 9.5 juta orang yang menganggur segera kembali bekerja.

Laporan pekerjaan dari ADP dan angka PMI manufaktur dari ISM untuk bulan Maret akan menjadi pertanda kearah NFP dan akan membentuk ekspektasi. Meskipun demikian kurangnya likuiditas bisa berdampak yang lebih besar terhadap reaksi pasar sehubungan dengan NFP dirilis pada saat liburan Good Friday.

Secara keseluruhan, bearish secara bertahap mengambil alih pasangan matauang GBP/USD.

“Support” terdekat menunggu di 1.3692 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3643 dan kemudian 1.3568. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3794 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3817 dan kemudian 1.3869.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here