(Vibiznews – Forex) GBP/USD diperdagangkan di bawah 1.38, di sekitar 1.3787 mendekati level terendah, dengan dollar AS mengalami kenaikan. Keprihatinan atas rencana pembukaan kembali ekonomi Inggris pada tanggal 19 Juli tetap berjalan meskipun kasus covid meningkat.
Dollar AS tetap menguat pada hari Selasa meskipun PMI Jasa dari ISM mengalami penurunan yang substansial. Tanda-tanda penurunan ekonomi AS yang mengakibatkan turunnya yields Treasury gagal untuk menghentikan naiknya dollar AS.
Terlebih lagi, risalah pertemuan Federal Reserve dalam keputusan bulan Juninya bisa mendinginkan matauang GBP/USD. Dalam pertemuannya beberapa minggu yang lalu, bank sentral AS ini membuat kecenderungan yang hawkish, dengan memberikan signal akan dua kenaikan tingkat bunga pada tahun 2023 dan meluncurkan debat mengenai pengurangan pembelian obligasi. Semakin sedikit dollar AS yang dicetak berarti matauangnya menguat.
Meskipun demikian, risalah pertemuan the Fed cenderung melemahkan pesan dari keputusan originalnya dengan isinya direvisi sampai menit yang terakhir dengan memperhatikan reaksi pasar. Apabila ada indikasi dibuka perdebatan mengenai “tapering” atau ada sedikit pergerakan kearah tapering, hal ini bisa mendorong dollar AS turun.
Meskipun terjadi kenaikan dalam Sterling, kemungkinan tidak akan bisa berlanjut.
“Support” terdekat menunggu di 1.3750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3720 dan kemudian 1.3670. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3808 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3870 dan kemudian 1.3940.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



