(Vibiznews – Forex) Menjelang keputusan the Fed dalam pertemuan FOMC mereka, EUR/USD mengalami kesulitan untuk pulih naik ke atas 1.1600 pada hari Rabu dengan keluarnya pernyataan yang dovish dari para pejabat ECB sehingga membatasi kenaikan dari matauang bersama Eropa.
Pasangan matauang EUR/USD terus diperdagangkan di bawah 1.1600 di sekitar 1.1580, meskipun dolar AS sedikit berada di bawah tekanan jual jelang keputusan moneter Federal Reserve AS. Matauang bersama Eropa terpukul oleh komentar dari Christine Lagarde, Presiden dari ECB, yang mengulangi bahwa “meskipun inflasi sekarang ini naik”, dia tidak berpikir kondisi ini bisa menjadi alasan untuk menaikkan tingkat suku bunga ECB pada tahun 2022.
Menjelang keputusan the Fed, Uni Eropa mempublikasikan tingkat pengangguran bulan September, yang muncul di 7.4% sebagaimana dengan yang diperkirakan. Sebaliknya, AS mempublikasikan angka sehubungan dengan pekerjaan, dimana survey dari ADP menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah 571.000 pekerjaan baru di bulan Oktober, jauh lebih baik daripada yang diperkirakan sebesar 400.000.
Sebagaimana dengan yang telah diperkirakan, setelah pertemuan FOMC, kepala the Fed Jerome Powell mengatakan bahwa mereka akan mulai melakukan proses tapering terhadap pembelian asset bulanan mereka bulan ini. Mulai bulan ini, mereka akan mengurangi pembelian bulanan obligasi pemerintah sebanyak $15 miliar tiap bulan sehingga proses tapering ini akan berakhir dalam 8 bulan, yaitu pada bulan Juni 2022. Namun ada catatan khusus terhadap pernyataan ini dimana the Fed tetap terbuka untuk mengadakan penyesuaian terhadap pengurangan bulanan jika kondisi pasar memaksa mereka melakukannya.
Sebagai reaksi terhadap pernyataan the Fed ini, EUR/USD mengalami kenaikan menembus 1.1600 ke 1.1612.
“Support” terdekat menunggu di 1.1587 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1520 dan kemudian 1.1470. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1622 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1670 dan kemudian 1.1710.



