(Vibiznews – Forex) EUR/USD berhasil mengalami rebound ke 1.1363, setelah turun ke bawah 1.1350 pada awal hari, namun pasangan matauang ini masih harus berjuang untuk mendapatkan momentum bullish-nya. Indeks dollar AS diperdagangkan mendatar di bawah 96.00.
EUR/USD sempat naik ke arah 1.1400 pada hari Rabu, namun berbalik arah pada awal hari Kamis dengan berita-berita geopolitik terbaru membebani dengan sentimen resiko. Walaupun akhirnya berhasil bangkit kembali setelah jatuh ke 1.1320, pasangan matauang ini mengalami kesulitan mengumpulkan momentum bullish.
Berita-berita bahwa Ukraina menembakkan mortal ke posisi separatis di Ukraina Timur memaksa investor mencari keamanan pada akhir jam perdagangan sesi Asia dan menyebabkan matauang Bersama Eropa melemah terhadap dollar AS. Walaupun Ukraina menyangkal klaim ini, investor tetap berdiri di tepi ditengah laporan-laporan yang sering berkontradiksi satu dengan lain mengenai keadaan pasukan Rusia.
Secretary of State AS Antony Blinken mengatakan bahwa mereka melihat pasukan Rusia terus berada di perbatasan. Sementara Menteri Pertahanan Rusia mengatakan bahwa 10 konvoi militer Rusia telah meninggalkan Crimea setelah selesai mengadakan latihan perang.
Pergerakan EUR/USD selanjutnya tergantung kepada perkembangan konflik Rusia – Ukraina. Apabila Barat memberikan konfirmasi bahwa pasukan Rusia telah ditarik, euro akan menemukan permintaan karena membaiknya sentimen pasar. Sebaliknya, dollar AS akan terus kuat sepanjang ketidakpastian geopolitik terus ada.
“Support” terdekat menunggu di 1.1340 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1320 dan kemudian 1.1300. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1400 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1450 dan kemudian 1.1480.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido



