(Vibiznews – Forex) EUR/USD diperdagangkan di bawah 1.100 di sekitar 1.1055, tertekan oleh permintaan yang persisten terhadap dollar AS. Yields treasury AS stabil di level yang lebih tinggi, sementara investor cemas dengan terus berlangsungnya peperangan antara Rusia dengan Ukraina, menjelang pertemuan pembicaraan damai ronde ke dua.
EUR/USD kehilangan daya tariknya setelah mengalami pemulihan pada perdagangan sesi AS hari Rabu. Pasangan matauang ini terus berada di bawah 1.1100 sepanjang hari Kamis dan akan bisa jatuh lebih dalam apabila menembus ke bawah 1.1050.
Di dalam testimoninya di depan House Committee on Financial Services AS hari Rabu, kepala FOMC Jerome Powell menegaskan bahwa kenaikan tingkat bunga sebesar 25 basis poin adalah pantas di bulan Maret. Namun Powell menambahkan bahwa bank sentral AS siap untuk menaikkan tingkat suku bunga lebih agresif apabila diperlukan. Hal ini bisa berarti kenaikan sebesar 50 basis poin yang membuat dollar AS mendapatkan dorongan naik.
Meskipun demikian, laporan yang mengatakan bahwa negosiator Rusia akan mendiskusikan gencatan senjata pada pembicaraan hari Kamis membuka pintu terjadinya rebound atas EUR/USD.
Namun pasar tetap ragu terhadap kemungkinan solusi diplomatik dengan tentara Rusia terus bergerak maju mendekati Kyiv sehingga EUR/USD mengalami kesulitan untuk mempertahankan momentum pemulihannya.
“Support” terdekat menunggu di 1.1050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1020 dan kemudian 1.1000. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1150 dan kemudian 1.1180.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido



