Rekomendasi GBP/USD Mingguan 7 – 11 Maret 2022: Tertekan Turun di Tengah Krisis Rusia – Ukraina yang Berkelanjutan.

1826

(Vibiznews – Forex) Memulai minggu yang baru pada minggu lalu dengan bangkit ke 1.3378, GBP/USD terus berusaha pulih dan sempat berhasil naik ke atas 1.3400, sebelum akhirnya turun kembali ke 1.3337 karena meningkatnya sentimen pasar yang buruk telah membantu dollar AS mengumpulkan kekuatannya menghadapi rival-rival utamanya. Setelah testimoni Powell di depan House Committee on Financial Services AS, USD menguat dan GBP/USD semakin tertekan turun ke bawah 1.3250.

GBP/USD mempercepat momentum penurunannya ke 1.3232 setelah keluarnya NFP AS yang lebih baik daripada yang diperkirakan. Keengganan terhadap resiko mendominasi pasar selama minggu yang lalu, dengan agresi Rusia ke Ukraina gagal mereda, meskipun telah terjadi dua kali pembicaraan damai. Resiko stagflasi ditengah membumbung tingginya harga minyak mentah kemungkinan akan menekan GBP/USD turun pada minggu ini dengan terus berlangsungnya krisis Ukraina.

Tekanan turun terus mencegah kenaikan dari GBP/USD pada minggu lalu sehingga GBP/USD bergerak di rentang yang terbatas di antara 1.3440 – 1.3200. Berita – berita mengenai perang Rusia – Ukraina terus mempengaruhi sentimen terhadap resiko di tengah sedikitnya data ekonomi papan atas yang keluar dari Inggris. Sementara itu, para trader hanya menaruh sedikit perhatian atas keluarnya data ADP Employment AS dan data jasa serta manufaktur dari ISM dengan ketegangan Ukraina mendominasi.

Pernyataan dari kepala FOMC Jerome Powell mengenai outlook kebijakan dari the Fed selama jam perdagangan sesi AS hari Rabu telah membantu dollar AS mempertahankan kekuatannya terhadap rival-rivalnya. Powel tetap memberikan pintu terbuka bagi kenaikan tingkat suku bunga sebanyak 50 basis poin dalam jangka pendek jika serangkaian kenaikan awalnya gagal membantu memerangi inflasi. Mengenai peperangan Rusia – Ukraina, Powell mengatakan bahwa dampaknya terhadap ekonomi AS kecil meskipun mengakui bahwa hal ini telah menimbulkan ketidakpastian terhadap outlook.

Dan pada hari Jumat GBP/USD meneruskan penurunannya karena USD terdorong naik karena berita militer Rusia telah mulai mengebom pabrik nuklir terbesar di Eropa yang terletak di Ukraina, Zaporizhzhya Nuclear Power Plant.

Menambah tekanan turun atas GBP/USD pada hari Jumat adalah keluarnya laporan Non-Farm Payrolls AS untuk bulan Februari sebesar 678.000 yang jauh mengatasi dari yang diperkirakan sebesar 400.000 yang memicu kenaikan dollar AS dan menekan Poundsterling.

Pada minggu ini, data ekonomi yang akan keluar sangat sedikit. Dari Inggris tidak ada data dari kalender ekonomi kecuali Annual Budget Release yang diskedulkan akan keluar pada hari Rabu.

Sementara itu dari AS selama paruh pertama dari minggu ini juga tidak ada data makro ekonomi yang penting. Data dari kalender ekonomi yang penting baru keluar pada hari Kamis yaitu data inflasi, consumer price index (CPI), bulan Februari dan data klaim pengangguran mingguan, yang diikuti oleh angka Preliminary UoM Consumer Sentiment pada hari Jumat.

Inflasi AS akan bisa menjadi jauh lebih tinggi dengan melejitnya harga energi. Angka CPI AS bisa naik lebih dari 8% dan angka inflasi tahunan akan bisa berada di antara 12% – 15%.

Selain itu dari Eropa, akan ada keputusan mengenai tingkat bunga ECB yang bisa mempengaruhi GBP/USD.

Perkembangan sehubungan dengan perang Rusia – Ukraina tetap akan menjadi penggerak dan penentu arah gerakan dari GBP/USD pada minggu ini. Gencatan senjata kelihatannya masih tidak mungkin terjadi dengan pembicaraan damai masih belum menghasilkan apa-apa.

“Support” terdekat menunggu di 1.3200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3170 dan kemudian 1.3100. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3240 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3270 dan kemudian 1.3350.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.