(Vibiznews – Forex) Tekanan bearish terhadap GBP/USD kelihatannya telah berkurang pada saat jam perdagangan sesi Eropa dengan pasangan matauang ini diperdagangkan di atas 1.3100 di sekitar 1.3135 pada hari Selasa pagi, dengan melemahnya USD.
Namun meskipun pasangan matauang ini membukukan keuntungan harian di atas 1.3100 pada awal perdagangan sesi Eropa, GBP/USD kemungkinan akan kembali tertekan turun dalam jangka pendek, kecuali berhasil rebound dan menembus level 1.3160.
Setelah pembicaraan ronde ke tiga pada hari Senin, delegasi dari Rusia dan Ukraina masih belum mendapatkan kemajuan sedikitpun ke arah solusi diplomatik atau gencatan senjata. Pasar tetap prihatin akan potensi dampak negatip dari konflik yang berkepanjangan terhadap inflasi dan aktifitas ekonomi global.
Meskipun demikian, indeks FTSE 100 Inggris diperdagangkan di teritori positip pada hari Selasa pagi setelah Bloomberg melaporkan bahwa Uni Eropa sedang melakukan penjualan obligasi secara masif untuk mendanai kenaikan harga energi dan belanja pertahanan. Meskipun belum tentu akan ada arus resiko yang bisa mendominasi pasar, dollar AS melemah karena ada berita ini.
Sementara itu, PM Inggris Boris Johnson mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah mengeluarkan undang – undang baru Bernama “Undang-undang Kejahatan Ekonomi” untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia. Dengan dukungan penuh dari undang-undang ini, kami akan mengejar Putin dengan semua sekutunya dengan tanpa ada keraguan sedikitpun.
“Support” terdekat menunggu di 1.3100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3050 dan kemudian 1.3000. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3160 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3200 dan kemudian 1.3250.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



