(Vibiznews – Forex) Pada jam perdagangan sesi Eropa, GBP/USD sempat diperdagangkan di bawah tekanan di bawah 1.3150 di sekitar 1.3136, didorong turun oleh sentimen pasar yang memburuk di tengah keprihatinan yang baru atas penyebuan Rusia ke Ukraina. Bertolak belakangnya kebijakan moneter the Fed dengan BoE juga membebani poundsterling secara negatip. Namun dalam perdagangan selanjutnya di sesi AS, GBP/USD berbalik naik ke 1.3195, dengan melemahnya permintaan terhadap dollar AS.
Pasangan matauang GBP/USD berjuang untuk dapat mengkapitalisir rebound yang bagus pada hari Jumat minggu lalu dari kerendahan di sekitar 1.3100 dan memulai minggu perdagangan yang baru dengan nada yang lemah. Kombinasi gabungan beberapa faktor menjadi pendorong naik dollar AS, yang pada gilirannya, menekan turun pasangan matauang GBP/USD selama jam perdagangan sesi Eropa.
Konflik Rusia dengan Ukraina telah memasuki minggu ke empat dengan tanpa ada tanda-tanda akan berakhir. Hal ini, ditambah lagi dengan outlook dari the Fed yang hawkish telah membantu dollar AS mengalami keuntungan dan menyeret turun GBP/USD.
Perkembangan geopolitik terbaru adalah pemerintah Ukraina menolak mentah-mentah seruan dari Rusia untuk menyerahkan kota pelabuhan di Mariupol sebagai ganti diberikannya koridor kemanusiaan. Hal ini terjadi setelah pasukan Rusia berhasil maju ke Pelabuhan Mariupol yang terkepung setelah satu roket yang mematikan menghantam pada hari Sabtu. Hal ini membuat pergerakan optimis belakangan ini menjadi tertahan di pasar dan membebani sentimen para investor. Kegelisahan ini jelas terlihat pada pasar saham yang dikuasai sentimen yang penuh kehati-hatian yang menguntungkan assets yang safe-haven secara tradisional, termasuk dollar AS.
Sementara itu, the Fed mengumumkan dimulainya siklus kebijakan pengetatan pada minggu lalu dan mengatakan akan bisa menaikkan tingkat suku Bungan sampai 6 kali sepanjang pertemuan FOMC pada tahun 2022. Selain itu dua anggota FOMC yang berpengaruh mengatakan bahwa bank sentral AS perlu menganut kebijakan yang lebih agresif untuk memerangi inflasi yang terus tinggi yang mendukung naik dollar AS lebih jauh. Sementara gubernur Fed Christopher Waller mengatakan bahwa perang di Ukraina adalah alasan kenapa dia tidak menuntut untuk kenaikan tingkat suku bunga sebesar 50 bps. Namun hal ini dipastikan ada di meja pertemuan pada pertemuan – pertemuan berikutnya.
“Support” terdekat menunggu di 1.3174 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3133 dan kemudian 1.3100. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3200 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3245 dan kemudian 1.3300.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



