Rekomendasi EUR/USD Mingguan 28 Maret – 1 April 2022: Cenderung Turun?

1252

(Vibiznews – Forex) EUR/USD bertengger di sekitar 1.1000, tidak bisa menarik minat spekulasi selama minggu lalu. Volatilitas terbatas, karena kurangnya data makro ekonomi dari kalender ekonomi dan juga karena meningkatnya ketidakpastian mengenai perang Rusia – Ukraian.

Memasuki minggu yang baru pada minggu lalu dengan tertekan turun di 1.1060, EUR/USD berhasil membatasi penurunannya karena komentar yang terbaru dari Presiden ECB yang menurunkan resiko dari stagflasi. EUR/USD terus tertekan turun setelah jatuh kebawah 1.1000 pada hari Rabu dan diperdagangkan di teritori negatip di sekitar 1.0985. Dengan indeks saham utama Wall Street jatuh tajam, dollar AS terus mengumpulkan kekuatannya sebagai assets safe-haven dan membebani EUR/USD. Namun selanjutnya pada perdagangan terakhir hari Jumat EUR/USD berhasil pulih dan naik ke 1.1011 dengan berkurangnya kekuatan dollar AS, sebelum akhirnya kembali tertekan ke 1.0982.

Rusia terus meningkatkan serangannya ke tetangganya Ukraina, sementara solusi diplomatik menjauh. Para pemimpin dunia terus menambah sanksi terhadap Moskow. NATO mengumumkan akan meningkatkan penempatan pasukannya di Eropa bagian Timur dan Tenggara yang merupakan teritori NATO.

Joe Biden bertemu dengan para pemimpin Eropa, para partner G-7 dan sekutu NATO. Biden mengatakan akan mendukung dikeluarkannya Rusia dari G-20. Menurutnya, sanksi tidak akan menakutkan Rusia tetapi pada akhirnya akan bisa membuat Rusia menghentikan invasinya ke Ukraina.

Konflik Eropa Timur ini sudah membebani prospek pertumbuhan global dan membuat inflasi naik seperti roket. Para pejabat bank sentral sudah tidak lagi kuatir akan kecepatan mengetatkan kebijakan moneternya bahkan sebaliknya berpikir mungkin sudah terlambat di dalam skenario global yang baru ini.

Dolar AS mengalami kenaikan pada hari Senin minggu lalu dengan kepala Federal Reserve AS Jorome Powell menjadi semakin agresif. Berbicara mengenai outlook ekonomi di National Association for Business Economics Annual Economic Policy Conference, dia mengatakan bahwa inflasi sudah terlalu tinggi dan bank sentral akan bertindak dengan sepadan. Powell bergabung dengan klub yang menginginkan kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps secepatnya pada bulan Mei.

Perkataan Powell ini memicu aksi jual terhadap obligasi pemerintah yang membuat yields naik ke level tertinggi sejak Mei 2019.

Sementara itu komentar yang terbaru dari Presiden European Central Bank (ECB) yang menurunkan resiko dari stagflasi telah membantu membatasi turunnya EUR/USD. Meskipun demikian EUR/USD memiliki fundamental yang cenderung turun sehingga setiap gerakan naik akan mengundang para penjual baru.

Inflasi di AS dan Uni Eropa berada pada ketinggian selama beberapa dekade dan masih terus naik dengan ekonomi lambat pulihnya dari akibat lockdown yang massif yang pernah di lalukan pada awal-awal dari pandemik.  Gol dari Federal Reserve AS adalah mencapai employment yang maximum dan stabilitas harga. Sementara komitmen dari ECB fokus hanya kepada stabilitas harga.

Dari medan data, PMI sementara Uni Eropa dikeluarkan oleh Markit. Angka Jerman di bulan Maret bagus, dengan sektor manufaktur berkembang sebanyak 57.6 dan sektor jasa sebanyak 55, ke dua data ekonomi ini di atas dari ekspektasi pasar. Angka dari Uni Eropa juga lebih baik daripada yang diantisipasikan, dengan PMI manufaktur dicetak di 57 dan PMI jasa di 54.8. Sementara itu, survey IFO Jerman menunjukkan bahwa Business Climate memburuk, turun ke 90.8, lebih buruk daripada yang diperkirakan.

Sementara itu AS merilis Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada 18 Maret, yang turun ke 187.000 di bawah dari yang diperkirakan di 212.000. Selain itu angka Durable Goods Orders untuk bulan Februari yang turun – 2.2%, jauh lebih buruk daripada penurunan yang diperkirakan sebesar – 0.5%. Angka PMI preliminary bulan Maret oleh Markit muncul bagus. Terakhir, Michigan Consumer Sentiment Index dikonfirmasi berada di 59.4.

Minggu ini, data ekonomi yang akan keluar lebih banyak, termasuk angka final dari Consumer Price Index (CPI) Jerman dan Uni Eropa.

Dari AS akan keluar angka final dari GDP AS kuartal ke empat dan angka employment bulanan Nonfarm Payroll yang diperkirakan akan menunjukkan pertambahan lapangan kerja sebanyak 450.000 pada bulan Maret, sementara tingkat pengangguran diperkirakan berada pada 3.7%. Pasar memperkirakan GDP AS bertumbuh sebesar 7.1%. Selain itu akan dipublikasikan juga PMI Manufaktur ISM untuk bulan Maret.

“Support” terdekat menunggu di 1.0960  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0875 dan kemudian 1.0805. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1015 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1070 dan kemudian 1.1150.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido