(Vibiznews – Forex) GBP/USD sempat menyentuh ketinggian harian yang baru di 1.3050 namun gagal mempertahankan momentum bullish-nya dengan berbalik menguatnya kembali dollar AS dan diperdagangkan di 1.3035.
Di tengah tidak adanya data makro ekonomi yang relevan yang dirilis, lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko saat ini membuat pasangan matauang ini mengalami kesulitan untuk naik lebih tinggi.
GBP/USD berhasil mengalami rebound setelah sempat turun ke bawah 1.3000 pada jam perdagangan sesi Asia pada hari Senin. Naiknya yields obligasi treasury AS telah memberikan dorongan naik terhadap dollar AS pada awal minggu perdagangan yang baru. Indeks dollar AS yang naik lebih dari 1% ditengah sikap dari the Fed yang hawkish secara agresif pada minggu lalu. Namun, dengan sentimen pasar yang sempat membaik pada jam perdagangan sesi Eropa, indeks dollar AS sempat berbalik negatip.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Inggris mengatakan bahwa pemboman yang dilakukan oleh Rusia terus berlanjut di daerah Donetsk dan Luhansk di Ukraina Timur selama akhir minggu lalu. Update berita dari intelijen mengatakan bahwa ketergantungan Rusia terhadap bom yang tidak terarah menaikkan resiko terhadap korban penduduk sipil lebih jauh.
Office for National Statistics Inggris pada hari Senin melaporkan bahwa ekonomi Inggris bertumbuh sebanyak 0.1% per bulan di bulan Februari. Meskipun angka ini lebih rendah daripada yang diperkirakan sebesar 0.3% namun tidak banyak menggerakkan pasar.
“Support” terdekat menunggu di 1.3000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2980 dan kemudian 1.2900. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3040 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3060 dan kemudian 1.3100.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



