Harga Gandum Naik , Produksi Gandum India Berkurang Akibat Gelombang Panas di India

626
gandum

(Vibiznews – Commodity) – Harga gandum naik pada penutupan pasar hari Rabu karena gelombang panas melanda India sehingga mengganggu tanaman gandum di India mengurangi produkis dan ekspor juga turun.

Harga gandum Juli di CBOT naik $31 (2.97%) menjadi $10.765 per bushel

Produksi gandum India berkurang karena gelombang panas mengganggu tanaman gandum di India akibatnya ekspor berkurang.

Census data melaporkan pengiriman ekspor gandum sebesar 18.263 MMT sampai Maret pengiriman Maret naik 1.7 MMT dibanding bulan Februari turun 143k MT dan turun 20.3% dari tahun lalu pada bulan Maret 2021. Laporan USDA perkiraan ekspor total tahun 2022 sebesar 21.36 MMT di Laporan WASDE bulan April. Negara tujuan pengiriman terbesar Mexico dan Philipina.

Sementara menantikan Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari Kamis dengan perkiraan kurang dari 200k MT gandum dari persediaan yang akan dijual sampai 28 April. Dari persediaan baru diperkirakan antara 100k –250kMT.

Laporan progress pertumbuhan NASS bahwa penanaman gandum musim semi sudah selesai 19% sampai 1 Mei naik 6% dari minggu lalu, masih 28% dari total.

Harga gandum pada penutupan pasar hari Senin turun setelah laporan pengiriman ekspor mingguan sebesar 384,460 MT selama seminggu sampai 28 April turun dari tahun lalu pada minggu yang sama di 533,203 MT .

Laporan NASS progress pertumbuhan tanaman mingguan tanaman gandum musim semi yang sudah selesai ditanam 19% sampai 1 Mei, naik 6% dari minggu lalu tapi masih 28% dari total area penanaman.

Gelombang panas yang melanda India mengganggu produksi dari tanaman gandum sementara saat ini India sedang mengambil pangsa pasar Ukraina.

Hasil gandum India turun di tahun 2022 setelah 5 tahun hasil panen meningkat, karena gelombang panas melanda India.

Penurunan produksi akan membuat ekspor India menurun, apalagi selama invasi Rusia ke Ukraina India memanfaatkan kenaikan harga sehingga ekspor mencapai rekor sebesar 7.85 juta ton pada tahun marketing ini sampai Maret naik 275% dari tahun sebelumnya. Para pedagang memanfaatkan kesempatan ini dengan meperkirakan ekspor akan meningkat di 2022/23 menjadi 12 juta ton.

Pada pertengahan Februari sebulan sebelum gelombang panas, pemerintah India memperkirakan produksi akan meningkat ke rekor tertinggi 111.32 juta ton naik dari tahun sebelumnya 109.59 juta ton.

Pemerintah memperbaiki perkiraan produksi gandum menjadi 105 juta ton pada tahun ini, Produksi gandum di seluruh India berkurang 6%, karena butir gandum menyusut 20% akibat panas di perkebunan dan gelombang panas.

Pada bulan Maret 2022 suhu panas di India terpanas 122 tahun dengan suhu maksimum 1.86 derajat diatas normal menurut Departemen Meteorologi India.

The European Commission melaporkan bahwa pengiriman Uni Eropa ke negara di luar Uni Eropa sebesar 22 MMT sampai 1 Mei naik 1 MMT dari tahun lalu.

Menteri pertanian Jerman mengatakan bahwa Rusia sedang merusak perlengkapan pertanian Ukraina supaya tidak ada kompetitor. Dilaporkan juga bahwa Rusia mengambil hasil biji-bijian dari Ukraina untuk dijual oleh Rusia. Sementara permintaan pasar gandum beralih ke AS dan beberapa produsen lain sementara India termasuk produsen gandum tersebut. Produksi gandum India diperkirakan akan turun ke 105 – 106 MMT dibanding 109.6 MMT tahun lalu dan dibawah perkiraan awal 111 –112 MMT.

Ukraine APK memperkirakan pengiriman biji-bijian pada bulan April 923k MT dibandingkan 2.8 MMT pada tahun lalu di bulan yang sama, didalamnya 127k MT adalah gandum. Perkiraan hasil panen Ukraina menurut APK sebesar 55.9 MMT pada musim ini tetapi 16.3 MMT yang di gudang hancur

The StatsCan melaporkan persediaan biji-bijian di Canada diperkirakan antara 9.54 MMT – 10.996 MMT sampai 31 Maret. Persediaan akhir tertinggi tapi turun 5.235 MMT dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk gandum di CBOT dengan support $10.34 dan berikut ke $10.14 sedangkan resistant pertama di $10.81 dan berikut ke $11.07

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting