Harga Tembaga Naik Dari Harga Terendah 4 1/2 Bulan

645

(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga kembali naik namun masih di sekitar harga terendah 4 ½ bulan, karena kenaikan dari tingkat suku bunga AS.

Harga tembaga di London Metal Exchange (LME) naik 1.5% menjadi $9,549 setelah turun 3.7% pada hari Selasa

Tembaga digunakan untuk pembangkit listrik dan konstruksi melonjak dari harga $5,000 per ton pada Maret 2020 mencapai rekor tertinggi $10,845 pada bulan Maret tahun ini tetapi sekarang sudah turun 13% dari harga tertingginya.

Prospek dalam jangka pendek sangat menantang karena peralihan dari bahan bakar fossil ke listrik membutuhkan tembaga dalam jumlah besar

Pasar Cina sedang turun hari Libur sehingga aktivitas perdagangan berkurang dan akan dibuka pada hari Kamis.

Lockdown sudah berlangsung sebulan di Shanghai karena pemerintah Cina mencegah penyebaran virus Covid-19.

Harga tembaga dan aluminium turun ke harga terendah 3 bulan pada hari Selasa setelah Indeks Purchasing Manager Index (PMI) Cina turun menjadi 47.3 point di bulan April dari 49.5 point di bulan Maret, hasil PMI terendah sejak Februari 2020, akibat dari Lockdown covid –19. Lockdown juga mengakibatkan Cina sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi 5.5% di 2022, terutama pada kuartal pertama tahun ini akan terjadi penurunan paling tidak Gross Domestic Bruto. Cina merupakan pembeli terbesar dari logam industri

The FED menaikkan suku bunga 0.5% kenaikan tertinggi sejak tahun 2000, dolar AS sempat naik ke harga tertinggi 20 tahun sehingga harga logam dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.

Harga logam lainnya pada penutupan pasar hari Rabu:

  • Harga aluminium di LME naik 2.7% menjadi $2,990 per ton setelah turun 4.6% pada hari Selasa
  • Harga Zinc naik 0.2% menjadi $3,967.50
  • Harga Nikel turun 0.9% menjadi $30,705
  • Harga timah naik 1.1% menjadi $40,705

Analisa tehnikal untuk tembaga di LME dengan support pertama $9,670 dan berikut ke $9,567 sedangkan resistant pertama di $9,882 dan berikut ke $9,991.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting