(Vibiznews – Forex) GBP/USD berada di bawah tekanan bearish yang konstan dan diperdagangkan pada level terendah sejak Juli 2020, di bawah 1.2400 di sekitar 1.2342. Keputusan Bank of England (BoE) menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin dianggap sebagai kenaikan tingkat bunga yang dovish. Selain itu komentar dari Gubernur BoE Bailey yang berhati-hati membebani poundsterling Inggris dengan berat.
Setelah naik lebih dari 100 pips pada hari Rabu, GBP/USD kehilangan daya tariknya dan turun ke area 1.2550 pada hari Kamis pagi. Pada hari Kamis malam GBP/USD melanjutkan penurunannya, jatuh secara signifikan ke bawah 1.2400 meskipun BoE memutuskan menaikkan tingkat bunganya.
Pada hari Kamis, sebagaimana dengan yang telah diperkirakan, BoE menaikkan tingkat bunga kunci sebesar 25 basis point sehingga membuat tingkat bunga bank sentral Inggris berada di 1%, level tertinggi dalam 13 tahun.
Meskipun BoE menaikkan tingkat suku bunganya, namun GBP/USD turun tajam karena kenaikan tingkat bunga BoE dipandang dovish dibandingkan dengan kenaikan dari tingkat suku bunga the Fed sebesar 50 basis poin pada hari Rabu. Selain itu the Fed juga memberikan signal akan kenaikan tingkat suku bunga yang lebih agresif pada waktu yang akan datang. Sementara Gubernur BoE Bailey memberikan komentar yang berhati-hati ke depannya membebani Poundsterling dengan berat.
“Support” terdekat menunggu di 1.2338 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2300 dan kemudian 1.2250. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2400 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.24270 dan kemudian 1.2457.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



