(Vibiznews – Forex) GBP/USD mengalami rebound pada awal perdagangan sesi Eropa namun gagal untuk bisa bertahan di atas 1.2500 dan diperdagangkan di sekitar 1.2512. Indeks saham berjangka AS turun tajam menjelang pembukaan perdagangan sesi AS, menunjukkan lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko yang menguntungkan dollar AS yang safe-haven.
Namun dalam perdagangan sesi AS, GBP/USD berhasil naik ke atas 1.2550 dan diperdagangkan di sekitar 1.2575 karena penguatan dollar AS berkurang.
Pasangan matauang GBP/USD telah berhasil menghapus sebagian dari kerugian hariannya setelah sempat turun menyentuh level terendah sejak 19 Mei. GBP/USD tetap berada di bawah tekanan turun dekat 1.2500 pada jam perdagangan sesi Eropa. Outlook tehnikal jangka pendek menunjukkan bahwa sellers sedang berusaha untuk mengambil alih kontrol.
PM Inggris Boris Johnson lolos dari mosi tidak percaya pada hari Senin dengan perbandingan suara 148 menentang Johnson, dan 211 mendukungnya. Meningkatnya ketegangan politik di Inggris membuat Poundsterling Inggris sulit untuk mendapatkan permintaan.
Data ekonomi dari Inggris menunjukkan bahwa S&P Global/CIPS Services PMI turun ke 53.4 pada bulan Mei dari sebelumnya 58.9 pada bulan April. Meskipun angka ini masih lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebesar 51.8 namun masih tercatat sebagai penurunan terbesar dalam satu bulan, disamping yang terjadi selama lockdown virus corona, membuat GBP/USD tidak memperoleh daya tariknya.
“Support” terdekat menunggu di 1.2500 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2480 dan kemudian 1.2420. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2580 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2670 dan kemudian 1.2715.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido



