Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada jam perdagangan sesi AS hari Senin berbalik turun dan diperdagangkan di sekitar $91.00 per barel.
Sebelumnya pada jam perdagangan sesi Eropa harga minyak mentah WTI sempat turun ke dekat $90.70 per barel. Penurunan harga minyak mentah WTI disebabkan karena prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang buruk telah meningkatkan profil pasar yang “risk – off”.
Harga minyak mentah terkoreksi karena naiknya sentimen keengganan terhadap resiko di pasar setelah keluarnya data ekonomi PMI Jasa Caixin pada minggu lalu memberikan signal akan penurunan permintaan untuk minyak mentah.
Data PMI Jasa Caixin muncul di 49.3, turun secara signifikan dibandingkan dengan angka sebelumnya di 55.0. Sementara Cina adalah importir minyak terbesar di dunia. Karenanya penurunan permintaan yang serius dari Cina akan berdampak signifikan terhadap harga minyak mentah WTI.
Menguatnya angka Nonfarm Payrolls AS juga membebani harga minyak mentah. Data pasar tenaga kerja AS yang bagus telah mendorong kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga yang lebih besar yang dilakukan oleh the Fed.
Support & Resistance
Support” terdekat menunggu di $90.69 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $89.91 dan kemudian $88.96. “Resistance” yang terdekat menunggu di $92.25 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $93.03 dan kemudian $94.98.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


