Harga Emas Selasa Turun Mencermati Prospek Suku Bunga dan Kenaikan Dolar AS

670

(Vibiznews – Commodity) Harga Emas turun pada hari Selasa di sesi Asia mencermati prospek kebijakan moneter Federal Reserve sehubungan dengan data manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan dan penurunan produksi yang mengejutkan dari OPEC+.
Harga emas spot terpantau bergerak turun 0,22% pada $1.979,93 per troy ons.
Harga emas berjangka AS juga bergerak turun 0,16% pada $1.997,10 per troy ons.

Emas jatuh pada Senin pagi karena pengumuman mengejutkan dari OPEC+ memicu kekhawatiran tekanan inflasi lebih lanjut dan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Namun, harga emas pulih di akhir sesi setelah data menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS berkontraksi selama lima bulan berturut-turut di bulan Maret dan terbesar sejak Mei 2020.

Investor sekarang juga menantikan serangkaian data ketenagakerjaan di AS minggu ini seperti data JOLTs Job Openings Februari Selasa malam, ADP Employment Change Maret Rabu malam, Initial Jobless Claim Kamis malam, Unemployment Rate dan Non Farm Payrolls Maret Jumat malam.

Sementara itu indeks dolar AS terpantau naik 0,17% pada 102.20. Penguatan dolar AS juga melemahkan harga emas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak lemah dengan menguatnya dolar AS dan sentimen kenaikan suku bunga AS seiring peningkatan harga minyak yang dapat memicu kenaikan inflasi dalam bisnis dan perusahaan. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $1.958-$1.941. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $1.986-$2.000.