(Vibiznews – Commodity) Harga emas mencapai level tertinggi dalam satu minggu pada hari Senin setelah konflik militer Israel-Hamas, memperkuat daya tarik logam sebagai safe-haven.
Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman di tengah gejolak politik dan ekonomi.
Harga emas spot ditutup naik 1,62% pada $1,861.52 per ons.
Emas berjangka AS berakhir 1% lebih tinggi pada $1,864.30.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 4% karena konflik di Timur Tengah mengguncang pasar.
Fokus pasar juga tertuju pada risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve dan data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini.
Para pedagang sekarang memperhitungkan kemungkinan sekitar 28% kenaikan suku bunga lagi dari The Fed tahun ini, menurut alat CME Fedwatch.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati pernyataan dari beberapa pejabat Fed, yang jika memberikan pernyataan dovish kembali, akan menekan kembali dolar AS. Juga akan dirilis data ekonomi Consumer Inflation Expectations September yang jika terealisir menurun, akan juga menekan dolar AS. Jika dolar AS melemah, akan menguatkan harga emas. Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $1,896-$1,920. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $1,849-$1,827.



