(Vibiznews – Forex) Pasangan matauang GBP/USD memperoleh daya tarik kembali setelah jatuh ke bawah 1.2150 pada jam perdagangan Eropa hari Senin pagi dan naik ke arah 1.2200 di sekitar 1.2199.
Melemahnya dolar AS telah membantu pasangan matauang GBP/USD naik. Meskipun demikian para investor tetap menepi sementara memperhatikan perkembangan di Timur Tengah.
Tenggat waktu evakuasi yang diberikan oleh militer Israel terhadap penduduk dari Gaza Utara telah lewat. Hal ini berarti pasukan Israel akan bisa melancarkan serangan darat dalam skala besar kapan saja.
Sementara itu, Iran pada hari Sabtu memberikan peringatan bahwa apabila Israel tidak menghentikan serangannya maka situasi akan bisa menjadi spiral yang tidak dapat dikontrol dengan akibat yang sangat jauh.
Pasangan matauang GBP/USD ditutup di teritori negatip pada dua hari perdagangan terakhir minggu lalu. Meskipun pasangan matauang ini berhasil rebound sedikit pada hari Senin pagi, namun GBP/USD gagal mengumpulkan momentumnya pada jam perdagangan Eropa.
Namun pada jam perdagangan sesi AS, GBP/USD berhasil naik karena melemahnya dolar AS. Indeks dolar AS turun 0.31% ke 106.105 dengan turunnya yields obligasi treasury AS.
Dolar AS melemah karena ketidakpastian mengenai jalur kenaikan tingkat bunga dari Federal Reserve AS yang ikut menjadi penopang pasangan matauang GBP/USD. Pernyataan – pernyataan yang dovish dari beberapa pejabat the Fed belakangan ini menunjukkan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan tingkat bunga tidak berubah untuk kedua kalinya pada bulan November.
Hal ini ditambah lagi dengan nada yang positip di pasar saham AS, membebani dolar AS yang safe – haven yang pada gilirannya mendorong naik pasangan matauang GBP/USD.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di 1.2175 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2150 dan kemudian 1.2100. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2210 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2250 dan kemudian 1.2300.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting.
Editor: Asido.



