Rekomendasi Forex EUR/USD 2 Februari 2024: Berhasil Naik karena Turunnya Dolar AS

483
bursa eropa euro

(Vibiznews – Forex) EUR/USD memperoleh kembali kekuatannya dan rebound dari kerendahan dua bulan di dekat 1.0780, diperdagangkan di sekitar 1.0873, karena melemahnya dolar AS dengan indeks dolar AS turun 0.18% ke 102.904 pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis, ditengah data ekonomi AS yang bervariasi.

Melemahnya dolar AS disebabkan karena turunnya yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun.  Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun turun ke 3.8% setelah keluarnya data ekonomi dari AS yang bervariasi. Turunnya yield obligasi treasury AS melemahkan dolar AS yang menopang kenaikan EUR/USD.

Melemahnya dolar AS juga disebabkan karena berkurangnya arus safe – haven dengan adanya kemajuan dalam hal negosiasi gencatan senjata antara Israel dengan Hamas yang difasilitasi di Qatar.

Negosiasi gencatan senjata, paling tidak secara temporer, diisukan sudah mendekat finalisasi dengan para representatif dari Israel dan Hamas bertemu di negara yang memfasilitasi perdamaian di Qatar.

Fokus pasar sekarang bergerak ke laporan employment AS bulan Januari yang paling dinantikan, Nonfarm Payrolls (NFP). Ketua the Fed Jerome Powell memberikan catatan setelah selesai pertemuan FOMC the Fed bahwa inflasi AS telah turun dari ketinggiannya tanpa kenaikan yang signifikan di dalam tingkat pengangguran.

Laporan NFP bulan Januari yang akan keluar pada hari Jumat ini diperkirakan akan menambah 180.000 pekerjaan baru sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan naik sedikit ke 3.8%.

Sementara aktifitas bisnis AS meningkat. S&P Global mempublikasikan PMI Manufaktur AS yang naik dari 47.9 ke 50.7 yang menunjukkan sudah masuk ke level ekspansi.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0780 dan kemudian 1.0723. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0884  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0932 dan kemudian 1.0998.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting.

Editor: Asido.