Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (5 Juli 2024); Rupiah Menguat

192

(Vibiznews – Economy & Bond) – Mencermati kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah, sebagai berikut:

Perkembangan Nilai Tukar 1-5 Juli 2024

Pada akhir hari Kamis, 4 Juli 2024
1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.325 per dolar AS.
2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 7,071%.
3. DXY[1] melemah ke level 105,13.
4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun turun ke level 4,359%.

1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Pada pagi hari Jumat, 5 Juli 2024
1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.315 per dolar AS.
2. Yield SBN 10 tahun turun ke 7,06%.

Aliran Modal Asing (Minggu I Juli 2024)

1. Premi CDS Indonesia 5 tahun per 4 Juli 2024 sebesar 73,58 bps, turun dibandingkan 28 Juni 2024 sebesar 77,05 bps.

2. Berdasarkan data transaksi 1 – 4 Juli 2024, nonresiden tercatat beli neto Rp8,34 triliun. Terdiri dari beli neto Rp2,08 triliun di pasar saham, beli neto Rp8,15 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Serta jual neto Rp1,89 triliun di pasar SBN.

3. Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen s.d. 4 Juli 2024, nonresiden tercatat jual neto Rp32,58 triliun di pasar SBN. Jual neto Rp9,06 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp139,79 triliun di SRBI.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan. Hal ini untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.345. Kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.346, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.285.

Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merosot setelah bearish 5 hari. Dollar lanjut bearish di tengah lemahnya data ekonomi AS yang menguatkan ekspektasi pemangkasan bunga the Fed di tahun ini.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun ke 104,96. Angka ini menurun dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 105,12.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting