(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Jepang turun dari harga tertinggi 9 bulan pada hari Selasa menghentikan kenaikan 9 hari berturut-turut setelah yen menguat terhadad dolar dan harga minyak turun.
Harga karet Juni di the Osaka Exchange (OSE) turun 0.2% menjadi 349.2 yen ($2.23) per kg, setelah naik di awal sesi ke harga tertinggi dari Maret di 351.1 yen.
Harga karet Mei the Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 250 yuan atau 1.58% menjadi 16,050 yuan ($2,299.79) per MT.
Harga karet Butadiene Februari di SHFE naik 140 yuan atau 1.2% menjadi 11,830 yuan per ton.
Harga minyak mentah turun karena melimpahnya persediaan global, permintaan melemah dan perkiraan output Venezuela meningkat setelah Presiden Nicolas Maduro.
Karet alam selalu mengikuti arah dari harga minyak mentah karena bersaing dengan karet sintetis yang dibuat dari minyak
Dolar AS melemah untuk hari kedua di perdagangan di Asia pada hari Selasa, setelah gejolak pasar akibat aksi militer ke Venezuela mereda dan komentar dari The Feds memicu aksi ambil risiko di Wall Street.
Yen menguat terhadap dolar 0.1% menjadi 156.255 yen. Menguatnya yen menyebabkan harga komoditas Jepang lebih mahal apabila dibeli dengan mata uang lain selain yen.
Di daerah produsen karet terbesar Thailand Meteorological Agency memperingatkan akan adanya badai petir yang terisolasi antara tanggal 6 – 9 Januari di Thailand Selatan dimana daerah produksi karet terkonsentrasi. Sementara hujan akan berkurang dari 10 – 11 Januari.
Analisa tehnikal untuk karet Jepang
Suppport pertama di 343 yen kemudian ke 334 yen
Resistant pertama di 353 yen kemudian ke 363 yen
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



