(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Jepang melanjutkan penurunan tiga sesi berturut-turut pada hari Selasa tertekan dari penurunan permintaan domestik, berkurangnya penurunan harga komoditas lainnya mendukung kenaikan harga di Cina dan Singapore.
Harga karet Jepang Juli di the Osaka Exchange (OSE) turun 4.2 yen atau 1.22% menjadi 339.1 yen ($2.18) per kg.
Harga karet Mei di the Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 40 yuan atau 0.25% menjadi 16,180 yuan ($2,332.02) per MT.
Harga karet butadiene Maret di SHFE naik 125 yuan atau 0.96% menjadi 13,185 yuan per ton.
Harga karet di Singapore Exchange SICOM Maret naik 1.5% menjadi 187.8 sen USD
Persediaan lembaran karet asap di Desember 2025 turun 2,000 ton, terendah dalam 6 tahun sesuai data dari Japanese Exchange Group, meningkatkan kekhawatiran akan permintaan dari negara importir terbesar tersebut.
Harga karet di bursa Singapore dan Shanghai naik demikian juga komoditas lain, pulih dari turunnya komoditas pada umumnya pada hari Senin.
Harga minyak stabil pada hari Selasa setelah para pelaku pasar mempertimbangkan deeskalasi ketegangan AS – Iran menguatnya dolar membatasi kenaikan.
Karet alam selalu mengikuti arah dari harga minyak mentah karena bersaing dengan karet sintetis yang dibuat dari minyak
Keterbatasan persediaan karena produksi berkurang akibat penyadapan turun di Timur Laut Thailand dan Vietnam, membuat harga bahan baku naik.
Tanaman karet selalu mengalami musim produksi rendah di Februari sampai Mei sebelum mencapai puncak panen pada Mei sampai September.
Analisa tehnikal untuk karet Jepang
Suppport pertama di 341 yen kemudian ke 338 yen
Resistant pertama di 348 yen kemudian ke 353 yen
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting



