(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (21/4), terpantau melemah 47,467 poin (0,63%) ke level 7.546,644 setelah dibuka turun ke level 7.543.469.
IHSG bergerak terkoreksi ke seminggu terendahnya dari konsolidasi sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah harapan investor akan tercapainya resolusi atas konflik Timur Tengah walaupun tensi masih tinggi, dan harga minyak mentah yang turun kembali, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,11% atau 19 poin ke level Rp 17.184, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak perlahan setelah melemah di sesi global sebelumnya; tertahan dari koreksi di tengah masih optimisnya investor atas kemungkinan deal dalam kesepakatan perang Iran, serta investor melepas dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.165, serta terpantau tetap di sekitar level rekor terendahnya yang terakhir.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 50,642 poin (0,67%) ke level 7.543.469. Sedangkan indeks LQ45 turun 7,000 poin (0,93%) ke level 748,850. Pagi ini IHSG melemah 47,467 poin (0,63%) ke level 7.546,644. Sementara LQ45 terlihat turun 1,39% atau 10,520 poin ke level 745,330.
Tercatat saat ini sebanyak 278 saham naik, 303 saham turun dan 159 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan terkoreksi secara terbatas di tengah tensi baru dari Selat Hormuz yang memberikan sentimen ketidakpastian atas perang Timur Tengah. Dow Jones berakhir turun 0,01%, S&P 500 melemah 0,24%, serta Nasdaq menurun 0,26%. Nasdaq terkoreksi dari rally 13 hari, yang terpanjang sejak 1992. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,31%, dan Hang Seng yang naik 0,11%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi setelah konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah harapan investor akan tercapainya resolusi atas konflik Timur Tengah walaupun tensi masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi terbatas
Berikutnya IHSG kemungkinan masih tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



