(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir turun pada hari Senin terbebani kenaikan harga minyak mentah yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, yang berdampak negatif bagi logam mulia.
Harga emas spot ditutup turun 1% pada $4.829 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 ditutup turun 0,24% pada $4.821 per ons.
Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari Selasa 21 April 2026, Melonjak Rp40.000; Harga Buyback Melonjak Rp50.000
Selain itu, imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi pada hari Senin juga membebani logam mulia.
Kekhawatiran bahwa perang AS-Iran akan berlanjut mendukung permintaan logam mulia sebagai aset safe-haven setelah Iran pada hari Sabtu mengatakan Selat Hormuz ditutup untuk pelayaran menyusul penolakan AS untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal Iran.
Selain itu, Angkatan Laut AS menembaki dan menaiki kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman, penyitaan pertama dalam blokade AS di Selat Hormuz.
Pasar juga menantikan hasil pertemuan AS-Iran untuk penyelesaian perang.
Harapan hasil pertemuan AS-Iran dapat menurunkan harga minyak, dan dapat menaikkan harga emas.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, harga emas dapat bergerak naik jika harga minyak turun dengan harapan pertemuan AS-Iran. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS yang jika naik, dapat menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.853-$4.884. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.764-$4.706.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $4.869-$4.908. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $4.769-$4.708.



