(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia merosot menjauh dari kisaran harga $100 per barel pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Eropa hari Rabu (22/4/2026).
Harga minyak mentah anjlok setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata AS-Iran, dengan menyatakan bahwa kepemimpinan Teheran sangat terpecah belah.
Trump menambahkan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku sampai para pemimpin Iran mengajukan proposal terpadu untuk mengakhiri konflik.
Sementara itu, laporan menunjukkan Wakil Presiden JD Vance membatalkan rencana perjalanan ke Islamabad untuk negosiasi setelah Teheran memberi tahu AS melalui Pakistan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.
Iran juga mengatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS terus mencegat kapal. Konflik tersebut terus membebani pasokan, dengan perkiraan penurunan permintaan yang sudah mendekati 4 juta barel per hari dan berpotensi meningkat menjadi 5 juta barel per hari, sekitar 5% dari pasokan global, dengan Asia diperkirakan akan menanggung dampak terberatnya.
Harga spot minyak Brent berada di posisi $97,67 atau turun 0,81%, untuk kontrak berjangka bulan Juni 2026 yang paling banyak diperdagangkan turun 0,82% menjadi $97,68 per barel.
Demikian Harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,95% menjadi $88,80 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent akan bertemu kisaran resisten di 98,10 – 100,40 dan support di 95,80 – 91,00.



