Rekomendasi Harga Minyak 22 April 2026 : Dapat Turun Terpicu Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

115

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup naik pada hari Selasa, terpicu kegagalan pertemuan putaran kedua AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI berakhir naik 2,57% pada $89,67 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 3,14% pada $98,48 per barel.

Kenaikan harga minyak mentah terjadi setelah rencana pertemuan putaran kedua AS-Iran gagal dilaksanakan.

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah membuat Selat Hormuz tetap tertutup dan mendukung harga energi. Gencatan senjata AS-Iran akan berakhir pada akhir hari Rabu, dan Presiden Trump mengatakan “sangat tidak mungkin” dia akan memperpanjang gencatan senjata tersebut.

Namun pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran hingga Iran dapat mengajukan proposal negosiasi terpadu. Langkah ini diambil setelah kegagalan dalam pembicaraan perdamaian yang direncanakan antara kedua negara.

“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, yang tidak mengejutkan, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dari Pakistan, kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap Iran hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal terpadu,” kata Trump di layanan media Social Truth.

Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan oleh EIA, yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun dengan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran, yang meredakan ketegangan perang Timur Tengah. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $86,04-$82,40. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $92,77-$95,86.