Harga Perak Senin di Sesi Asia Turun Terpicu Kekhawatiran Kenaikan Harga Minyak

101

(Vibiznews – Commodity) Harga perak bergerak turun hari Senin di sesi perdagangan Asia, setelah negosiasi pertemuan kedua AS-Iran gagal dilaksanakan sehingga memicu kekhawatiran Selat Hormuz tetap tertutup, meningkatkan kekhawatiran kenaikan harga minyak yang dapat meningkatkan inflasi.

Harga perak spot bergerak turun 0,15% pada $75.59.

Harga perak berjangka AS kontrak Mei 2026 bergerak turun 1,14% pada $75,54.

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan para utusan utama untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran di Islamabad, sementara Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam negosiasi di bawah ancaman atau blokade.

Akibat kegagalan pertemuan tersebut, harga minyak melonjak karena konflik Timur Tengah yang memasuki minggu kesembilan, memicu guncangan pasokan energi global.

Risiko inflasi yang tinggi telah memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama atau bahkan memperketatnya lebih lanjut, sehingga menekan harga emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun dengan kegagalan perundingan putaran kedua AS-Iran di akhir pekan ini, yang dapat meningkatkan dolar AS dan harga minyak yang memicu kekhawatiran kenaikan inflasi. Namun harga perak bisa naik jika permintaan safe haven meningkat.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $74,24-$72,79. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $76,88-$78,07.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $74,62-$72,82. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $77,44-$78,46.