IHSG Selasa Siang Tergerus 1,4% ke Level 6.807; Bearish ke 11 Bulan Terendahnya

96
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (12/5), terpantau melemah signifikan 98,492 poin (1,43%) ke level 6.807,128 setelah dibuka naik ke level 6.946.845.

IHSG bergerak bearish ke sekitar level 11 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah gencatan senjata perang Iran yang rapuh yang menaikkan lagi harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dengan gain terbatas.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini merosot 0,59% atau 102 poin ke level Rp 17.507, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya; naik sebagai safe haven setelah AS menolak proposal gencatan senjata Iran dan melajunya kembali harga minyak.

Rupiah tergelincir dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.405, serta terpantau merosot ke rekor intraday terendah yang baru.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 41,225 poin (0,60%) ke level 6.946.845. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,430 poin (0,21%) ke level 670,060. Siang ini IHSG melemah 98,492 poin (1,43%) ke level 6.807,128. Sementara LQ45 terlihat turun 0,83% atau 5,530 poin ke level 663, 010.

Tercatat saat ini sebanyak 192 saham naik, 456 saham turun dan 166 saham stagnan.

Sementara itubursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,63%, dan Hang Seng yang menanjak 0,60%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini cenderung bearish pada 10 bulan lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di tengah gencatan senjata perang Iran yang rapuh yang menaikkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan gain terbatas.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi sementara dalam bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.207 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,745 dan bila tembus ke level 6,588.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group