Wall Street Rebound dan Melonjak Karena Turun Tajamnya Yield Obligasi dan Harga Minyak WTI

88
wall street

(Vibiznews – Index) – Saham-saham Wall Street bergerak naik tajam sepanjang sesi  perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (21/5/2026) setelah alami pelemahan selama beberapa hari terakhir.

Semua indeks utama berakhir dengan lonjakan seperti  Nasdaq melonjak  1,5% menjadi 26.270,36, Dow Jones naik  1,3% menjadi 50.009,35 dan S&P 500 melonjak 1,1% menjadi 7.432,97.

Rally saham di Wall Street terjadi setelah penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah bersamaan dengan harga minyak mentah.

Yield obligasi AS acuan 10 tahun anjlok dari level tertingginya dalam lebih dari setahun karena harga minyak mentah berjangka AS-WTI merosot lebih dari 5% di tengah optimisme baru tentang berakhirnya perang AS-Iran.

Harga minyak WTI AS jatuh di bawah $100 per barel setelah Presiden Donald Trump mengklaim konflik AS dengan Iran berada di tahap akhir.

Sementara itu optimisme tentang laporan pendapatan dari Nvidia (NVDA) juga telah menghasilkan minat beli untuk saham-saham teknologi. Produsen chip tersebut akan melaporkan hasil kuartal pertamanya setelah penutupan perdagangan.

Secara sektoral, saham maskapai penerbangan mencatatkan kinerja terbaik  di tengah penurunan tajam harga minyak mentah, dengan NYSE Arca Airline Index melonjak 8,1%.

Penguatan yang signifikan juga terlihat di antara saham semikonduktor dengan  Philadelphia Semiconductor Index melonjak 4,5%.

Saham perumahan juga menunjukkan pergerakan signifikan ke atas, mendorong Philadelphia Housing Sector Index melonjak 3,8%.

Namun pergerakan sebaliknya terlihat pada saham  produsen minyak yang bergerak turun tajam seiring dengan harga minyak mentah.