(Vibiznews-Forex) – Mata uang poundsterling Inggris terpantau bergerak stabil dan bertahan sedikit di kisaran $1,34 pada perdagangan sesi New York hari Rabu (10/6/2026).
Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta berkembangnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang berpotensi lebih ketat.
Eskalasi konflik kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan baru. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menegosiasikan kesepakatan damai dan kini harus membayar harganya.
Merespons hal tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan pada hari Rabu bahwa Teheran akan menanggapi setiap bentuk agresi dengan langkah yang tegas dan tanpa penundaan.
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah telah memicu lonjakan biaya energi global, yang pada gilirannya memperkuat kekhawatiran terhadap ancaman inflasi berlanjut.
Situasi ini mendorong para investor untuk mengantisipasi langkah pengetatan dari bank sentral Inggris. Pasar saat ini memperhitungkan setidaknya adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Bank of England pada pertemuan bulan September mendatang.
Meskipun ekspektasi pasar cenderung hawkish, internal Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE masih menunjukkan adanya perbedaan pandangan.
Alan Taylor, salah satu anggota MPC yang dikenal pro-pelonggaran moneter (dovish), memberikan pandangan yang berbeda pada hari Senin kemarin.
Taylor, yang sebelumnya mendukung keputusan suara 8-1 untuk mempertahankan suku bunga pada bulan April, menilai bahwa tingkat suku bunga acuan saat ini sebenarnya sudah cukup ketat. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak melihat adanya urgensi untuk melakukan pengetatan moneter lebih lanjut demi mengekang laju inflasi.
Secara teknikal, pair memantul kembali dari posisi tertinggi setelah menembus resisten kuat hariannya menuju posisi pivor harian. Menurut analyst Vibiz Research Center pair dalam jangka pendek ada potensi konsolidasi terbatas.
Kini pair berada di posisi 1.3410 yang turun kembali menuju 1.3400, jika tembus bergerak ke 1.3374 sebelum ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3378 akan memantul ke posisi 1.3400, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3496 | 1,3453 | 1,3416 | 1.3374 | 1.3335 | 1.3293 | 1.3256 |








