Rekomendasi Harga Minyak 29 Juni 2026 : Terangkat Kekhawatiran Gangguan Pelayaran di Selat Hormuz

115

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir turun tajam pada akhir pekan hari Jumat, dengan bergeraknya lalu lintas kapal tanker minyak dari Teluk Persia meningkatkan pasokan minyak global dan menekan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir merosot 3,74% pada $69,23 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir merosot 3,84% pada $72,60 per barel.

Harga minyak mentah merosot karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz meningkat, menambah jutaan barel ke pasar global.

Menurut perhitungan Bloomberg, ekspor minyak mentah dari Teluk Persia telah pulih setidaknya hingga 75% dari tingkat sebelum perang, dengan 13 juta barel meninggalkan wilayah tersebut selama tiga hari hingga Rabu.

Harga minyak mentah juga tertekan karena kapal-kapal Arab Saudi menuju terminal Ras Tanura yang penting, sebuah tanda bahwa Arab Saudi akan memulai kembali ekspor dari dalam Teluk Persia untuk pertama kalinya sejak Maret.

Harga minyak mentah juga berada di bawah tekanan setelah Irak memperingatkan pada hari Kamis bahwa mereka mungkin akan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) jika tidak mendapatkan kuota produksi yang lebih tinggi.

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain menjelang pertemuan kedua negara pada hari Selasa di Doha untuk membahas perselisihan mereka mengenai Selat Hormuz, kata seorang pejabat senior AS.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Amerika melakukan serangan baru terhadap lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta instalasi radar pantai setelah menuduh Teheran melanggar perjanjian gencatan senjata untuk kedua kalinya.

Amerika Serikat melancarkan serangan putaran lain terhadap target di Iran pada hari Sabtu setelah Teheran diduga melakukan serangan drone kedua terhadap kapal komersial meskipun ada perjanjian gencatan senjata, menurut Komando Pusat AS.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan di kota-kota pelabuhan Sirik dan Bandar Lengeh, serta di Pulau Qeshm di Teluk Persia, setelah proyektil menghantam daerah tersebut. Ketiga lokasi tersebut merupakan tempat fasilitas militer, menurut media pemerintah.

Komando Pusat AS mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, “Pasukan CENTCOM melancarkan serangan hari ini sebagai tanggapan langsung terhadap agresi Iran yang berkelanjutan terhadap pelayaran komersial.”

Serangan AS tersebut menyusul serangan drone Iran terhadap kapal dagang yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada hari Kamis, memperpanjang serangkaian tindakan balasan yang telah memperketat gencatan senjata yang rapuh.

Ketegangan dan ketidakpastian yang masih terjadi di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran gangguan lagi untuk distribusi dan pasokan minyak, yang dapat mengangkat harga minyak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak naik dengan ketidakpastian dan ketegangan pelayaran di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan distibusi dan pasokan, sehingga mengangkat harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $67,91-$66,58. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $71,21-$73,18.