Rekomendasi Harga Emas 13 Juli 2026 : Terbebani Ekspektasi Kenaikan Inflasi

80

(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup turun pada hari akhir pekan hari Jumat di tengah penguatan pasar saham, yang mengurangi permintaan aset safe-haven untuk logam mulia.

Harga emas spot ditutup turun 0,37% pada $4.108,44 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Agustus 2026 ditutup turun 0,65% pada $4.113,7 per ons.

Selain itu, meredanya risiko geopolitik mengurangi permintaan aset safe-haven untuk logam mulia setelah seorang pejabat Amerika mengatakan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran mengenai kesepakatan perdamaian permanen terus berlanjut, karena AS tetap berkomitmen untuk menemukan solusi diplomatik dengan Iran.

Harga logam tetap lebih rendah pada hari Jumat karena imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note) naik.

Namun ketegangan Amerika Serikat-Iran kembali berlangsung di akhir pekan ini. AS dan Iran saling melancarkan serangan udara rudal dan drone pada hari Minggu, sementara Iran menargetkan fasilitas AS di beberapa negara Teluk sambil menyatakan jalur air penting Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas.

Ketegangan AS-Iran menyebabkan gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang menghambat distribusi minyak dan meningkatkan harga minyak.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan ketegangan AS-Iran mengakibatkan kenaikan harga minyak yang dapat memicu ekpektasi kenaikan inflasi.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.079-$4.051. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.135-$4.163.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.082-$4.051. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.145-$4.177.