Indeks Nikkei Selasa Berakhir Merosot Tertekan Kemerosotan Saham Teknologi

44
nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup merosot tajam pada perdagangan hari Selasa, 28 Juli 2026, terseret oleh badai aksi jual di sektor teknologi yang membawa bursa Tokyo menyentuh level terendahnya dalam dua bulan terakhir.

Indeks Nikkei 225 ditutup merosot 2.566,27 poin, atau turun 3,95%, dan berakhir terpuruk di level 62.364,92. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks mengawali pergerakan dengan dibuka melemah pada level 64.539,92. Indeks hanya mampu menyentuh level tertinggi harian di 64.573,18 pada awal sesi sebelum akhirnya terus tertekan hingga jatuh ke level terendah harian di 61.923,60.

Sebagai catatan, pergerakan indeks hari ini semakin menjauh dari rekor tertinggi 52 minggunya di level 72.831,73, namun masih berada di atas level terendah 52 minggu di 39.850,52.

Kejatuhan ekstrem bursa Tokyo hari ini utamanya dipicu oleh efek domino dari pelemahan saham-saham pembuat cip di Wall Street pada sesi semalam. Para pelaku pasar global mulai bersikap skeptis dan meragukan apakah belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang sangat masif dari perusahaan-perusahaan teknologi raksasa (hyperscalers) mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang sepadan dalam waktu dekat.

Kepanikan di sektor teknologi global ini berdampak sangat fatal bagi bursa Jepang. Mengingat struktur indeks Nikkei yang perhitungannya sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga saham individu (price-weighted), kejatuhan tajam pada emiten-emiten cip raksasa lokal secara otomatis langsung menyeret jatuh indeks secara keseluruhan.

Sektor semikonduktor memimpin deretan saham dengan penurunan terparah pada perdagangan hari ini. Saham Kioxia Holdings memimpin kejatuhan dengan terjun bebas 18,33%, diikuti oleh Sumco yang anjlok 16,53%. Tekanan berat juga dialami oleh Lasertec yang merosot 14,05%, Tokyo Electron turun 10,96%, serta Advantest yang melemah 10,11%.

Di luar sektor teknologi, pelemahan juga merambat ke sektor finansial. Saham-saham perbankan raksasa Jepang ikut tertekan seiring meningkatnya sikap kehati-hatian investor menjelang pengumuman kebijakan moneter. Saham perbankan utama seperti Mitsubishi UFJ dan Mizuho tercatat mengalami penurunan di kisaran 3,2% hingga 4,9%.

Sementara itu dari pasar valuta asing, nilai tukar mata uang yen bergerak melemah di kisaran 163,73 yen per dolar AS. Pada kondisi normal, pelemahan yen biasanya menjadi sentimen positif bagi emiten eksportir Jepang, namun pada perdagangan hari ini katalis tersebut gagal menopang bursa karena pasar sepenuhnya terbebani oleh masifnya tekanan jual berbasis sentimen AI global.