Rekomendasi Harga Minyak 28 Juli 2026 : Dapat Turun Dengan Meredanya Ketegangan AS-Iran

75

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir anjlok pada hari Senin, terpicu meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah AS dan Iran menunda serangan lebih lanjut untuk hari ketiga, dan Iran memberi sinyal akan menahan diri saat mereka mengadakan negosiasi dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir anjlok 7,5% pada $82,61 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir anjlok 6,9% pada $85,35 per barel.

Kerugian pada minyak mentah meningkat pada hari Senin setelah Presiden Trump mengatakan bahwa AS menghentikan serangan terhadap Iran untuk memberi kesempatan pada pembicaraan damai.

Namun, ketegangan tetap tinggi di Timur Tengah karena AS mempertahankan blokade pengiriman minyak Iran di Teluk Persia. Selain itu, kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang fasilitas yang terkait dengan Saudi Aramco di kota pelabuhan Laut Merah Jizan dan Yanbu pada hari Sabtu. Yanbu, ujung barat pipa minyak Timur-Barat, telah menjadi jalur ekspor minyak mentah utama Arab Saudi sejak Selat Hormuz secara efektif ditutup akibat perang. Jizan adalah rumah bagi kilang dan terminal ekspor di sepanjang Laut Merah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak turun terpicu meredanya ketegangan AS-Iran di Timur Tengah dengan dibukanya ruang perundingan AS-Iran, sehingga memicu sentimen pelayaran minyak di Selat Hormuz dan Laut Merah dapat berjalan normal.

Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $80,76-$78,91. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $85,33-$88,05.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $83,6-$82,02. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $87,98-$90,62.